Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dedi Mulyadi tandatangani kerja sama jejaring 65 RS di Jawa Barat agar warga bisa berobat di luar daerah tanpa hambatan administratif

KDM · Oleh ·

Dedy Mulyadi resmi tandatangani kerja sama jejaring 65 RS di Jawa Barat agar warga bisa berobat di luar daerah tanpa hambatan administratif dan status BPJS.

Dedi Mulyadi tandatangani kerja sama jejaring 65 RS di Jawa Barat agar warga bisa berobat di luar daerah tanpa hambatan administratif

Selama ini warga Jawa Barat yang harus mendapatkan penanganan medis darurat di luar kota kadang menghadapi hambatan. Kartu BPJS Kesehatan mereka绑定 di satu daerah, sementara kondisi gawat darurat tidak selalu terjadi di tempat tinggal mereka. Mulai hari ini, kendala itu resmi dijawab lewat kerja sama jejaring layanan kesehatan yang ditandatangani Kamis lalu di Kantor Wali Kota Depok.

Sebanyak 65 rumah sakit turut bergabung dalam jaringan ini. Rinciannya mencakup seluruh Rumah Sakit Umum Daerah se-Jawa Barat, tiga rumah sakit rujukan utama pemerintah pusat, sembilan rumah sakit rujukan khusus nasional, serta tiga rumah sakit swasta dan khusus. Dari jumlah itu, dua RS rujukan nasional bermarkas di Bandung, yaitu RSUP Dr Hasan Sadikin dan RS Mata Cicendo.

Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi menyebutkan bahwa kerja sama ini lahir dari komitmen agar tidak ada warga yang tertahan di pintu rumah sakit hanya karena masalah surat-surat. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesusahan, bukan membiarkan mereka menghadapi kondisi sulit tanpa pertolongan.

Baca Juga: Mantan GM Beesco Kritik Pemeriksaan Area Eks Perusahaan, Sebut Lima TKA Bersembunyi Saat Pengecekan

Sistem pemantauan akan dibangun berdasarkan kesepakatan ini. Pemerintah kabupaten dan kota bersama pihak rumah sakit sepakat merespons keluhan warga di lapangan maupun informasi dari media sosial secara cepat. Mekanisme ini diharapkan mencegah situasi di mana pasien harus bolak-balik rumah sakit karena masalah administratif.

Warga Bekasi dan Luar Daerah Bisa Dapat Layanan Kesehatan Tanpa Terhalang Batas Wilayah. Sebelumnya, warga yang terdaftar di satu wilayah administration sering kali sulit mengakses layanan di luar daerahnya, terutama saat kondisi darurat.

Kolaborasi ini juga melibatkan institusi rujukan nasional yang berbasis di Jakarta, seperti RSPAD Gatot Subroto, RSCM, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, serta RS Jiwa Dr Marzoeki Mahdi. Jangkauan jejaring ini berarti pasien West Java yang membutuhkan penanganan spesialis tertentu tidak lagi harus mencari sendiri rumah sakit yang mau menerima.

Baca Juga: Warga Bekasi dan Luar Daerah Bisa Dapat Layanan Kesehatan Tanpa Terhalang Batas Wilayah

Dari sektor swasta, Santosa Hospital Bandung Central, Santosa Hospital Bandung Kopo, dan RS Khusus Ginjal Ny RA Habibie turut加入到 jaringan ini. Keikutsertaan rumah sakit swasta di Bandung menambah opsi bagi pasien yang sebelumnya hanya mengandalkan fasilitas publik di wilayahnya.

Penandatanganan اتفاق ini disaksikan langsung oleh Gubernur Dedy Mulyadi di Kantor Wali Kota Depok, kemarin.