Damkar Kota Sukabumi Tangani 130 Kasus Ular Sepanjang Paruh Pertama 2026
Damkar Kota Sukabumi tangani 130 kasus ular selama Januari-Juli 2026, tertinggi dari 386 evakuasi non-kebakaran. Ular berbisa increasingly masuk permukiman warga.

Sepanjang Januari hingga Juli 2026, warga Kota Sukabumi menghubungi petugas penyelamat rata-rata hampir tiga kali sehari untuk urusan di luar kebakaran. Dari 386 panggilan darurat non-kebakaran yang tercatat, Penanganan ular memimpin dengan 130 kasus, melampaui evakuasi sarang tawon yang mencapai 107 kasus.
Ular yang masuk kepermukiman warga tersebar di berbagai penjuru kota. Petugas mencatat kasus-kasus itu terjadi di area permukiman padat, pekarangan rumah, hingga bangunan sekolah dan pasar. Jenis ular yang غالبnya ditemukan termasuk ular berbisa yang membahayakan anak-anak dan lansia.
Angka evakuasi ular di Kota Sukabumi sejalan dengan temuan serupa di daerah lain di Jawa Barat. Evakuasi jasad perempuan dari sumur 12 meter di Tasikmalaya beberapa waktu lalu terhambat karena kehadiran ular kobra di lokasi kejadian. Kedua peristiwa itu menunjukkan hewan berbisa increasingly menemukan jalan ke habitat manusia.
Baca Juga: IS Ringkus di SPBU Cimerak Usai Rampas Gelang Emas Nenek 77 Tahun di Batukaras
"Tingginya angka evakuasi, khususnya penanganan ular dan sarang tawon, menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan sekaligus kebutuhan warga terhadap kehadiran petugas rescue di tengah permukiman," kata Ujang Rustiandi, Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kota Sukabumi.
Petugas juga menangani 39 kasus pelepasan cincin yang terjepit di jari warga. Kasus kecelakaan transportasi sebanyak 3 kejadian dan satu insiden bangunan runtuh turut masuk dalam data penyelamatan non-kebakaran mereka.
Selain tantangan evakuasi hewan, petugas Damkar Kota Sukabumi juga menghadapi musibah kebakaran dengan catatan 42 kejadian dalam periode yang sama. Korsleting listrik menjadi penyebab utama dengan 22 laporan, disusul kelalaian manusia 10 laporan, dan sisanya dari berbagai faktor lain seperti kompor atau cairan bahan bakar.
"Kami terus berupaya maksimal memberikan pelayanan darurat terbaik bagi masyarakat, mulai dari penanganan musibah kebakaran hingga berbagai evakuasi non-kebakaran yang dilaporkan warga sepanjang tahun 2026 ini," lanjut Ujang.