Evakuasi Jasad Perempuan dari Sumur 12 Meter di Tasikmalaya Terhambat Ular Kobra
Evakuasi jasad perempuan 45 tahun dari sumur sedalam 12 meter di Tasikmalaya terhambat ular kobra. Keluarga melaporkan korban hilang 12 hari.

Tim SAR gabungan di Kabupaten Tasikmalaya harus menunda evakuasi jasad seorang perempuan yang ditemukan di dalam sumur. Penyebabnya, di dasar sumur sedalam 11 sampai 12 meter ditemukan seekor ular kobra berukuran besar.
Korban bernama Aam Amelia (45), warga Kampung Cilolohan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya. Keluarga melaporkan dia hilang selama 12 hari.
Aam pertama kali ditemukan setelah warga mencium bau tidak sedap dari area sumur. Setelah dicek, sumber bau itu berasal dari dalam sumur.
Baca Juga: MUI: Laki-laki Pakai Pakaian Perempuan Saat Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
"Benar kami menerima laporan masyarakat ada penemuan mayat dalam sumur, kami koordinasi dengan Pos SAR Tasikmalaya, TAGANA, BPBD TNI dan aparat lainnya untuk evakuasi korban," kata Ipda Hendi Herdiansyah, Sabtu (12/8/2026).
Penyelam SAR yang turun ke dalam sumur langsung menarik diri. Ular kobra itu menghalangi proses evakuasi.
"Jadi memang sudah dicoba masuk, tapi ada ular kobra besar dan berbahaya. Tim SAR masih berupaya mencari jalan keluar evakuasi yang aman dan tidak berisiko sebabkan korban lain," jelas Hendi.
Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Orang Terkait Tantangan Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras di Ancol
Petugas mengevakuasi jasad perempuan dari dasar sumur sedalam 12 meter. Namun upaya harus dihentikan sementara karena seekor ular kobra ditemukan di lokasi yang sama [ARSIP] Evakuasi Jasad Bocah 11 Tahun Terseret Arus Irigasi di Cianjur (/article/evakuasi-jasad-bocah-11-tahun-terseret-arus-irigasi-di-cianjur-mq42yqwp).
Kepala Pos SAR Tasikmalaya, Bagus, membenarkan kondisi tersebut. Ular kobra itu belum berhasil dikeluarkan dari dasar sumur.
"Sampai siang ini belum bisa evakuasi mayat karena ada ular berbisa. Kami akan evakuasi ular dulu baru korban. Karena berbisa jadi membahayakan tim evakuasinya," kata Bagus.
Berdasarkan keterangan warga, korban mengalami gangguan kejiwaan. Namun polisi belum bisa memastikan apakah hal itu berkaitan dengan kematiannya.
"Menurut warga, korban memang mengalami gangguan kejiwaan, tetapi kami masih fokus bagaimana bisa dievakuasi jasadnya," kata Hendi.
Tim SAR gabungan yang diterjunkan ke lokasi terdiri dari Pos SAR Tasikmalaya, TAGANA, BPBD, polisi, Damkar, dan warga sekitar. Mereka masih menunggu kondisi aman sebelum melanjutkan proses evakuasi.