Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BPBD Garut Salurkan 125.000 Liter Air Bersih untuk 5.687 Jiwa Terdampak Kekeringan

Jabar · Oleh ·

BPBD Garut salurkan 125.000 liter air bersih untuk 5.687 jiwa di 8 desa 6 kecamatan terdampak kekeringan. Kolaborasi dengan PDAM, Disdamkar, dan Baznas.

BPBD Garut Salurkan 125.000 Liter Air Bersih untuk 5.687 Jiwa Terdampak Kekeringan

Delapan desa di enam kecamatan Kabupaten Garut resmi terdata sebagai wilayah terdampak kekeringan panjang. Musim kemarau yang dimulai sejak akhir Mei 2026 mengeringkan sumber air warga hingga ratusan keluarga kehilangan akses air bersih.

BPBD Kabupaten Garut mencatat pendistribusian air bersih telah menjangkau 5.687 jiwa dari 1.839 kepala keluarga. Rincian wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tarogong Kaler, Pasirwangi, Cigedug, Cibatu, Sucinaraja, dan Karangpawitan. Masing-masing desa yang semula swasembada air kini bergantung pada pasokan tangki dari luar wilayahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh mengatakan bantuan air bersih tidak hanya datang dari satu instansi. Kolaborasi dilakukan bersama PDAM, Disdamkar, Dinas Sosial, dan Baznas Garut. Semula warga di Desa Wargaluyu di kabupaten tetangga juga menerima bantuan serupa melalui program BPBD Kabupaten Bandung yang menyalurkan 15.000 liter air bersih untuk 2.134 warga.

Baca Juga: Dua Menteri Tampil Cameo di Film Mulai Dari Nol, Kinarya Coop Gaet Warga Jawa Barat Kelola Sampah Lewat Program RW HERO

Total volume air yang sudah terdistribusi mencapai 125.000 liter. Angkutan ini menggunakan 25 truk tangki yang setiap hari mengangkut air dari sumber terdekat menuju titik-titik pengumpulan warga. Rata-rata setiap tangki membawa 5.000 liter per perjalanan.

Pemkab Garut menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan dengan perkiraan puncak musim kemarau jatuh pada Agustus 2026. Status ini memungkinkan mobilisasi anggaran dan personel lintas lembaga lebih cepat dari prosedur biasa.

BPBD Garut menyiapkan truk tangki air dan personel gabungan sebagai langkah antisipasi. Koordinasi antar instansi tetap berjalanondo meski status tanggap darurat belum dicabut. warga di sejumlah titik pengumpulan masih harus antre获取 akses air untuk kebutuhan harian mereka.

Baca Juga: Oknum Sekdes Dombo Diduga Terlibat Mafia Tanah PTSL, Warga Parminah Laporkan ke Polisi

Sebelumnya, BPBD Garut telah mengantisipasi kekeringan di 10 kecamatan prioritas sejak awal musim kemarau. Kiniعدد desa terdampak增加到 delapan, menunjukkan kondisi masih terus berlanjut.

"Sebanyak 5.687 jiwa dari 1.839 KK terlayani pendistribusian air bersih," kata Aah Anwar Saefuloh.

Rata-rata konsumsi air per jiwa sekitar 50 liter per hari. Dengan 125.000 liter yang terdistribusi, kebutuhan dasar warga terdampak hanya terpenuhi untuk kurang dari dua hari. Angka ini mengisyaratkan ketergantungan warga pada bantuan zewnętrzny dalam waktu yang belum bisa diprediksi.