BPBD Garut Siaga 10 Kecamatan Prioritas Hadapi Kekeringan Musim Kemarau 2026
BPBD Garut petakan 10 kecamatan prioritas kekeringan dan 13 kecamatan rawan karhutla untuk mitigasi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mengambil langkah strategis dengan memetakan daerah rawan kekeringan dan kebakaran hutan-lahan sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih kering dari biasanya.
Ancaman Kekeringan di Garut Menjelang 2026
BPBD Garut menegaskan bahwa seluruh 42 kecamatan di kabupaten tersebut berpotensi terdampak kekeringan. Risiko keseluruhan berada pada kategori sedang, namun persiapan tetap harus dilakukan secara matang.
Baca Juga: ITB Latih Warga Tiga Kelurahan Olah Sampah Organik Jadi Biogas dan Pupuk
"Risiko bencana kekeringan secara keseluruhan sebanyak 42 kecamatan di Kabupaten Garut berada pada kelas risiko sedang karena seluruh wilayah memiliki potensi terdampak," tegas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh.
Prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa puncak kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus-September 2026 dengan intensitas yang lebih kering dibanding tahun sebelumnya.
10 Kecamatan Prioritas Kesiap-siagaan Kekeringan
Berdasarkan kajian risiko bencana, terdapat 10 kecamatan yang menjadi fokus utama kesiap-siagaan:
Baca Juga: Polda Jawa Barat dan Unpad Luncurkan Pusat Studi Kepolisian di Jatinangor
- Mekarmukti
- Sukaresmi
- Pasirwangi
- Samarang
- Pameungpeuk
- Pamulihan
- Cibalong
- Bungbulang
- Bayongbong
- Cigedug
Kecamatan-kecamatan tersebut memerlukan perhatian khusus dalam pendistribusian bantuan air bersih dan pemantauan ketersediaan sumber daya air.
13 Kecamatan Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Selain kekeringan, Garut juga menghadapi ancaman serius kebakaran hutan dan lahan. zones berikut masuk kategori risiko tinggi:
- Banjarwangi
- Balubur Limbangan
- Bungbulang
- Caringin
- Cibalong
- Cigedug
- Cihurip
- Cikajang
- Cisewu
- Cisompet
- Malangbong
- Talegong
- Tarogong Kaler
BPBD Garut meningkatkan kewaspadaan di wilayah-wilayah ini mengingat tradisi pembukaan lahan yang masih dilakukan masyarakat saat musim kemarau.
Langkah Antisipasi untuk Masyarakat
BPBD Garut mengeluarkan imbauan resmi bagi masyarakat untuk melakukan langkah penghematan air, di antaranya:
- Menghemat konsumsi air bersih sehari-hari
- Memeriksa saluran air untuk mencegah kebocoran
- Menyiapkan wadah penampungan air sebagai cadangan
- Memanfaatkan sumur resapan untuk menjaga cadangan air tanah
Strategi Pertanian Menghadapi Kemarau
Bagi sektor pertanian, diperlukan adaptasi khusus agar tidak mengalami gagal panen:
- Menerapkan sistem irigasi secara bijaksana dan efisien
- Menanam komoditas yang tahan kekeringan sesuai kondisi air terbatas
- Memanfaatkan teknologi pertanian hemat air
Pencegahan Kebakaran Hutan
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan cara:
- Tidak membakar lahan secara sembarangan
- Tidak membuang puntung rokok di area lahan kering
- Melaporkan segera jika melihat titik api ke aparat desa atau BPBD Garut
"Jika terjadi kebakaran atau indikasi kemunculan titik api segera laporkan kepada aparat desa setempat atau BPBD Kabupaten Garut," imbau Aah Anwar Saefuloh.
Dengan mitigasi proaktif ini, diharapkan Garut dapat melewati musim kemarau 2026 dengan dampak seminimal mungkin bagi masyarakat dan lingkungan.