23 Paskal Evakuasi Penghuni dalam Simulasi Kebakaran 07.30-10.00 WIB, Antisipasi Risiko Kebakaran Kendaraan Listrik
23 Paskal menggelar simulasi kebakaran dan evakuasi 07.30-10.00 WIB, melibatkan tenant hingga vendor, sekaligus mengantisipasi risiko kebakaran kendaraan listrik.

Pengunjung, tenant, dan karyawan 23 Paskal Shopping Center menjalani prosedur evakuasi darurat pada Kamis (5/11) pagi. Simulasi berlangsung pukul 07.30 sampai 10.00 WIB dan melibatkan tim evakuasi, Floor Warden, First Aid, Control Room, Fire Fighter, serta Logistik dan Transportasi.
Rangkaian latihan dimulai dari aktivasi alarm, evakuasi penghuni, pemeriksaan area, pendataan di titik kumpul, sampai pertolongan pertama. Tenant, karyawan, dan vendor ikut dilibatkan agar prosedur darurat dipahami lebih banyak pihak. Latihan ini juga dirancang mengantisipasi risiko kebakaran kendaraan listrik (EV) yang makin dekat dengan aktivitas harian mal, terutama di area parkir.
General Manager 23 Paskal Shopping Center, Ricky Kosim, menyatakan simulasi untuk memastikan kesiapan personel dan memperkuat koordinasi menghadapi keadaan darurat.
"Keselamatan merupakan prioritas dan tanggung jawab bersama. Kami terus meningkatkan kesiapan personel dan mengantisipasi perkembangan risiko, termasuk potensi kebakaran yang melibatkan kendaraan listrik."
Kesiapsiagaan lewat simulasi bukan hal baru bagi pengelola gedung di Bandung. Latihan serupa rutin dilakukan berbagai institusi, termasuk penguatan keselamatan kerja di lingkungan usaha seperti yang terlihat pada simulasi kebakaran Damkar Bandung di Truntum Cihampelas.
Tiga pengakuan sepanjang 2026
Klaim kesiapan 23 Paskal dibuktikan lewat tiga pengakuan pada 2026. Pertama, Sertifikat Keselamatan Kebakaran (SKK) Gedung dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung pada 27 Februari 2026. Kedua, pemenuhan persyaratan K3 Instalasi Proteksi Kebakaran dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat pada 24 April 2026. Ketiga, Piagam Penghargaan Wali Kota Bandung pada 24 September 2026 atas penerapan sistem keselamatan kebakaran gedung.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pemasar Jaringan Obat Ilegal di Jogja, 487.500 Butir Disita dari Subang
Perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Indra Nugraha, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, keselamatan gedung tidak hanya bergantung pada sarana proteksi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam menjalankan prosedur darurat.
Kesiapan personel menjadi pembeda antara sistem proteksi yang lengkap dan respons yang benar saat insiden terjadi. Urusan ini juga pernah muncul di lokasi lain, seperti pada kebakaran madrasah Nurul Yakin Garut yang menghanguskan bangunan sementara tumpukan Al Quran di lemari merah selamat.
Kolaborasi satu kawasan
Sebagai bagian dari kawasan Paskal Hypersquare, 23 Paskal mendorong sinergi keselamatan bersama BINUS University, YELLO Hotel, dan entitas usaha lain. Marketing Manager 23 Paskal Shopping Center, Indra Pratama Wicaksono, menilai kolaborasi lintas entitas diperlukan untuk membangun budaya sadar keselamatan di seluruh kawasan.
Pada 6 November 2026, 23 Paskal dijadwalkan menerima kunjungan delegasi internasional Lewat agenda safety benchmarking program Firefighter Readiness & Standardized Training for Volunteers Development (FIRESAFE). Program yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri, pada 5 sampai 10 November 2026 di Jawa Barat itu melibatkan sekitar 40 peserta dari Fiji, Timor-Leste, Papua Nugini, Vanuatu, Mikronesia, dan Kepulauan Solomon.
Kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan soal sistem proteksi kebakaran dan kesiapsiagaan tanggap darurat di pusat perbelanjaan. Bagi pengunjung Bandung, hasil simulasi ini bisa diukur sederhana: berapa lama waktu evakuasi dari lantai terjauh ke titik kumpul dan siapa yang bertugas mengecek setiap area saat alarm berbunyi. Data itu yang biasanya dipakai pengelola untuk memperbaiki prosedur sebelum insiden sebenarnya terjadi.
Ketiga pengakuan pada 2026 dan jadwal kunjungan delegasi menempatkan standar keselamatan gedung sebagai bagian dari persaingan antarpusat perbelanjaan di Kota Bandung. Pengelola yang tidak memutakhirkan prosedur berisiko kehilangan kepercayaan tenant maupun pengunjung.
Pengalaman darurat di kawasan lain juga memperlihatkan pentingnya kesiapan berlapis. Sejumlah daerah memperkuat kapasitas gawat darurat dengan sarana baru, seperti pengadaan 17 ambulans modern untuk gawat darurat di Kabupaten Bandung Barat.