943 Ribu Warga Jawa Barat Kesulitan Air Bersih Akibat Kemarau Panjang
943.492 jiwa di 26 kabupaten kota Jawa Barat alami krisis air bersih. Distribusi 25 juta liter dari BPBD belum cukup, jatah per orang hanya 26 liter dari standar minimal 50-100 liter per hari.

Hampir seluruh wilayah Jawa Barat kini kesulitan air bersih. Dari 27 daerah, 26 di antaranya sudah mengalami krisis. Mereka yang memiliki sumur bor atau sumber air alternatif masih bisa dibilang beruntung. Mereka yang tidak memiliki akses tersebut harus mengantre untuk mendapatkan jatah air dari BPBD.
BPBD Jawa Barat sudah membagikan lebih dari 25 juta liter air bersih. Namun jumlah itu tidak cukup untuk kebutuhan dasar warga yang terdampak. Dengan 943.492 jiwa yang terdampak, jatah per orang hanya sekitar 26 liter. Standar kebutuhan air minimum yang diakui secara internasional adalah 50-100 liter per orang per hari.
Krisis ini terjadi di 660 desa dan kelurahan yang tersebar di 246 kecamatan. Hanya Kabupaten Kuningan yang tidak melaporkan masalah air bersih. Wilayah dengan jumlah warga terbanyak yang terdampak meliputi Bekasi, Bogor, Pangandaran, dan Ciamis. Sumber air mereka mengering setelah kemarau panjang melanda.
Baca Juga: Tokoh Pemuda Desa Wadas Soroti Empat Karakter Dasar yang Harus Dimiliki Kades Baru
BPBD bekerja sama dengan PMI, PDAM, Kepolisian, BBWS, Baznas, Tentara, Tagana, dan pemda setempat dalam distribusi air. Bantuan juga datang dari komunitas dan dunia usaha. Bantuan dari Kementerian PU turut membantu distribusi ke beberapa wilayah.
Distribusi terbesar dialokasikan ke Bekasi dengan 9,8 juta liter. Kabupaten Bogor menerima 5,5 juta liter, Pangandaran 1,3 juta liter, dan Ciamis 1,2 juta liter.Angka-angka ini belum sebanding dengan jumlah warga yang membutuhkan di lapangan.
Krisis ini bukan masalah baru. Kemarau panjang sudah melanda Jawa Barat sejak September. Karhutla meluas ke 22 wilayah dan ratusan desa terdampak. Gempa M5,3 yang baru saja guncang Cilacap juga getarannya terasa hingga Bandung dan Jawa Barat, yang berpotensi memperburuk kondisi infrastruktur sumber air di beberapa wilayah.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Jejak Kerutan di Permukaan Merkurius dari Proses Penyusutan 4,5 Miliar Tahun
Hadi Rahmat dari BPBD Jawa Barat mengatakan distribusi air bersih terus dilakukan di lapangan. Namun ia mengakui volume bantuan masih terbatas. Warga di wilayah terdampak masih harus menghemat air karena kemarau belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
"Sumur di rumah sudah kering. Kami harus menunggu pembagian air dari truck tangki. Antrean kadang panjang dan air yang dibagi juga tidak banyak," kata warga Bekasi yang terdampak.