Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ilmuwan Temukan Jejak Kerutan di Permukaan Merkurius dari Proses Penyusutan 4,5 Miliar Tahun

Jabar · Oleh ·

Ilmuwan menemukan kerutan di permukaan Merkurius sebagai bukti planet ini menyusut akibat pendinginan selama 4,5 miliar tahun. Studi baru memperkirakan penyusutannya可能 lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Ilmuwan Temukan Jejak Kerutan di Permukaan Merkurius dari Proses Penyusutan 4,5 Miliar Tahun

Permukaan Merkurius menyimpan bekas luka berupa kerutan yang membentang di seluruh planet. Kerutan ini bukan hasil tumbukan asteroid, melainkan tanda-tanda planet ini pernah mengalami penyusutan besar akibat proses pendinginan dari dalam.

Planet terkecil di Tata Surya itu terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu dari pusaran gas dan debu. Masa awal pembentukan planet penuh dengan tumbukan antarbatuan luar angkasa yang menghasilkan panas besar.

"Planet yang baru terbentuk suhunya teramat panas, tapi energi dari tabrakan-tabrakan tersebut menghasilkan panas jauh lebih besar. Seiring waktu, ketika panas terlepas dari planet-planet ini, bagian dalam planet seperti Merkurius pun menyusut," tulis para peneliti dalam studi yang terbit di jurnal Geophysical Research Letters.

Baca Juga: Halim Topan Tawarkan Konsep Tiga Tahun Tata Kelola Pemerintahan untuk Desa Wadas Karawang

Penyusutan ini meninggalkan jejak berupa kerutan di permukaan Merkurius. Permukaannya retak-retak mengikuti kontur yang terbentuk saat bagian dalam planet mengerut. Kondisi ini berbeda dari proses geologis yang terjadi di Bumi.

"Kerutan-kerutan menutupi Merkurius, planet terdekat dengan Matahari, menunjukkan planet tersebut dulu berukuran lebih besar dan kini menyusut. Penyusutannya mungkin lebih besar dari perkiraan," menurut penelitian tersebut.

Namun aktivitas kosmis tidak berhenti di sana. Asteroid dan komet membombardir permukaan Merkurius selama miliaran tahun sehingga dipenuhi kawah tumbukan. Para ilmuwan sulit membedakan kerutan alami akibat penyusutan dengan deformasi yang disebabkan oleh hantaman benda langit.

Baca Juga: Enam Setelan WhatsApp yang Bisa Diaktifkan untuk Mengunci Akses Penipu dari Akun Pengguna

"Puing berbagai tumbukan tersebut mungkin menyembunyikan seberapa besar penyusutan Merkurius selama ini," menurut studi itu.

Memahami tingkat penyusutan Merkurius dianggap penting untuk membuka pemahaman tentang evolusi planet. Para ilmuwan berharap misi pengorbit yang dijadwalkan tiba di Merkurius November mendatang bisa menjawab pertanyaan yang belum terjawab hingga kini.

Pesawat-pesawat pengorbit itu diharapkan bisa memetakan permukaan Merkurius secara lebih detail sehingga para peneliti bisa memisahkan jejak penyusutan dari bekas tumbukan. Data yang dikumpulkan juga bisa mengungkap kondisi bagian dalam planet yang selama ini sulit dipelajari dari jarak jauh.

Merkurius tercatat berjarak sekitar 58 juta kilometer dari Matahari dan menyelesaikan satu orbit dalam 88 hari. Kedekatan dengan Matahari menjadikan planet ini memiliki siklus pendinginan yang berbeda dari planet-planet lain di Tata Surya.