Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Enam Setelan WhatsApp yang Bisa Diaktifkan untuk Mengunci Akses Penipu dari Akun Pengguna

Jabar · Oleh ·

Pengguna WhatsApp di Jawa Barat diminta mengaktifkan enam setelan keamanan untuk mencegah akun disusupi penipu yang hanya butuh nomor dan kode verifikasi.

Enam Setelan WhatsApp yang Bisa Diaktifkan untuk Mengunci Akses Penipu dari Akun Pengguna

Akun WhatsApp yang tidak diamankan dengan benar bisa落入 orang yang tidak berhak. Pelaku penipuan cukup membutuhkan nomor telepon dan kode verifikasi yang dikirim lewat SMS untuk masuk ke akun target. Setelah berhasil masuk, mereka bisa membaca percakapan, menyamar sebagai pemilik akun, lalu menghubungi orang-orang di daftar kontak untuk meminta uang atau informasi pribadi.

Data Badan Reserse Kriminal Polri menunjukkan penipuan berbasis digital, termasuk yang melibatkan messenger, terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Di Jawa Barat, laporan kehilangan data pribadi dan penyalahgunaan akun messenger masuk dalam kategori paling banyak dilaporkan masyarakat.

Setelan pertama yang perlu diaktifkan adalah verifikasi dua langkah. Fitur ini menambahkan lapisan keamanan berupa PIN enam digit. Tanpa PIN itu, siapa pun yang mencoba mendaftarkan nomor telepon pengguna di perangkat baru akan gagal masuk, meskipun mereka sudah mendapatkan kode verifikasi dari SMS.

Baca Juga: Halim Topan Tawarkan Konsep Tiga Tahun Tata Kelola Pemerintahan untuk Desa Wadas Karawang

Cara mengaktifkannya cukup straightforward. Buka WhatsApp, masuk ke menu Pengaturan, pilih Akun, lalu ketuk Verifikasi dua langkah. Pengguna akan diminta membuat PIN dan bisa menambahkan alamat email sebagai cadangan jika lupa.

Setelan kedua adalah kunci layar. Pengguna bisa mengunci WhatsApp menggunakan pemindai sidik jari atau Face ID yang tersedia di ponsel. Pengaturan ini mencegah orang yang memegang HP untuk langsung membaca percakapan.

Dalam menu Privasi, pengguna juga bisa menyembunyikan status terakhir terlihat dan online. Dengan begitu, pelaku tidak bisa melacak kapan akun aktif, yang sering menjadi informasi awal untuk perencanaan penipuan terukur.

Baca Juga: Biksu senior Thailand dicokok polisi wegen penggelapan dana kuil Rp49 miliar dan skandal seks

Pengaturan grup juga perlu dibatasi. Secara bawaan, siapa pun bisa memasukkan pengguna ke grup tanpa izin. Pengguna bisa mengubah pengaturan ini menjadi "Kontak saya" atau "Kontak saya kecuali..." agar tidak sembarangan dimasukkan ke grup promosi palsu atau penipuan.

Perangkat yang terhubung ke WhatsApp juga perlu dicek secara berkala. WhatsApp Web atau perangkat lama yang pernah digunakan bersama mungkin masih memiliki akses aktif. Melalui menu Perangkat tertaut, pengguna bisa melihat daftar perangkat yang terhubung dan langsung logout dari yang tidak dikenali.

Terakhir, notifikasi keamanan bisa diaktifkan agar WhatsApp memperingatkan ketika kode enkripsi suatu kontak berubah. Perubahan kode itu bisa terjadi karena kontak mengganti ponsel atau instal ulang WhatsApp, tapi bisa juga menandakan upaya penyusupan.

Berbeda dengan aplikasi perbankan yang secara bawaan mengaktifkan langkah keamanan, aplikasi messenger membiarkan penggunanya mengonfigurasi sendiri. Banyak pengguna tidak menyadari bahwa setelan bawaan WhatsApp sebenarnya sangat longgar dan memberikan akses luas kepada siapa pun yang memiliki nomor telepon serta kode verifikasi.

Pakar keamanan siber dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure mengingatkan bahwa satu fitur keamanan saja tidak cukup. Kombinasi verifikasi dua langkah, kunci layar, dan pengelolaan perangkat tertaut menciptakan lapisan perlindungan yang saling melengkapi.