Biksu senior Thailand dicokok polisi wegen penggelapan dana kuil Rp49 miliar dan skandal seks
Biksu senior Thailand Phra Wachirayan Wi ditangkap polisi wegen penggelapan dana kuil Rp49,2 miliar dan skandal seks. Aset 215 juta baht disita.

Otoritas Thailand menangkap biksu senior berusia 66 tahun yang dugaan menyelewengkan dana kuil hingga 89 juta baht atau sekitar Rp49,2 miliar. Phra Wachirayan Wi juga ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan skandal seksual dengan seorang perempuan berusia 47 tahun yang membantunya mengelola dana tersebut.
Penyelidikan bermula pada pertengahan Juli ketika polisi menerima laporan anonim yang menuduh sang biksu melanggar hukum dan menyalahgunakan keuangan kuil. Polisi kemudian menelusuri dua aliran dana yang tidak pernah masuk ke rekening resmi Wat Phutthaisawan di Ayutthaya.
Penggelapan terjadi melalui dua jalur. Pertama, dana renovasi kuil sebesar 89 juta baht. Kedua, hasil penjualan jimat Buddha dan benda sakral lainnya sebesar 2,8 juta baht.
Baca Juga: H. Apud Syaepudin Dukung Hj. Ani Siti Rohmah HH Pimpin Kalijaya
"Uang dari kedua aliran dana tersebut tidak masuk ke rekening kuil. Tidak satu Baht pun," kata Kepala Divisi Penindakan Kejahatan Kepolisian Thailand, Pattanasak Bupphasuwan, dalam konferensi pers.
Polisi menemukan rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan biksu dan perempuan tersebut berhubungan seks di kediaman sang biksu. Temuan ini memicu reaksi keras karena biarawan Buddha di Thailand terikat sumpah selibat dan menjauhi harta benda duniawi.
Otoritas menyita aset yang diduga milik sang biksu meliputi 16 kilogram emas batangan, perhiasan, dan 28 sertifikat tanah. Nilai aset yang disita mencapai sekitar 215 juta baht atau Rp114,4 miliar.
Baca Juga: Rekan Kerja Bilang Bekal Buatan Ibu Intern Bau Sampah, Ia Pilih Makan di Dalam Mobil
"Polisi masih menentukan aset mana yang menjadi milik pribadi dan aset mana yang semestinya milik kuil," lanjut Pattanasak.
Sang biksu kini dijerat dengan tuduhan penggelapan dan pencucian uang. Rekam jejaknya menarik perhatian publik Thailand karena kedekatannya dengan sebagian pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Perdana Menteri Anutin Charnvirakul yang dikenal mengenakan jimat buatannya. Wat Phutthaisawan sendiri berdiri sejak abad ke-14 dan kini menjadi salah satu situs bersejarah paling sering dikunjungi di bekas Kerajaan Siam.