Gempa M5,3 Guncang Cilacap, Getarannya Terasa hingga Bandung dan Jawa Barat
Gempa M5,3 guncang Cilacap, getarannya terasa hingga Bandung dan Jawa Barat. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami.

Gempa berkekuatan 5,3 magnitudo menggoyang wilayah selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat siang. Getarannya terasa hingga ke Bandung dan sebagian besar wilayah Jawa Barat.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat pusat gempa berada di laut pada kedalaman 69 kilometer. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,27 derajat Lintang Selatan dan 109,02 derajat Bujur Timur, atau 59 kilometer di selatan Kota Cilacap.
Gempa dari Subduksi Lempeng
BMKG menjelaskan gempa itu dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Jenis gempa ini termasuk kategori menengah dengan pergerakan turun atau normal fault.
Baca Juga: Jembatan Garuda Pangandaran Ambruk Seusai Diresmikan, KSAD Minta Maaf dan Janji Perkuat Talinya
Warga di Bandung, Cimahi, dan beberapa kota lain di Jawa Barat merasakan getaran. Laporan dari masyarakat menunjukkan skala intensitas bervariasi tergantung jarak mereka dari pusat gempa.
Gempa juga dirasakan meluas ke wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan signifikan dari wilayah Jawa Barat.
Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pemodelan yang dilakukan menunjukkan tidak ada ancaman gelombang tinggi bagi wilayah pesisir.
"Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami," terang BMKG dalam keterangannya.
Hingga pukul 12.40 WIB, monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.BMKG terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi. warga juga diminta避开 bangunan yang mengalami retak atau kerusakan fisik akibat guncangan.
"Pastikan informasi terkait gempa bumi dan tsunami hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi," ingat BMKG.