Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Karhutla Meluas ke 22 Wilayah Jawa Barat, 215 Desa Terdampak dan 425 Hektare Lahan Hangus

Bandung · Oleh ·

Karhutla di Jawa Barat meluas ke 22 kabupaten dan kota dengan 215 desa terdampak. Total lahan hangus capai 425,87 hectare dari 193 peristiwa, wilayah paling sering terbakar di Sumedang.

Karhutla Meluas ke 22 Wilayah Jawa Barat, 215 Desa Terdampak dan 425 Hektare Lahan Hangus

Ratusan desa di Jawa Barat kini hidup di tengah asap karhutla. Data BPBD mencatat 215 desa dan kelurahan tersebar di 121 kecamatan telah terdampak kebakaran lahan sepanjang musim kemarau ini.

Humas BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat menyebut total lahan yang hangus telah mencapai 425,87 hektare dari 193 peristiwa kebakaran. Angkanya terus bergerak sejak musim kemarau dimulai.

"Karhutla di Jawa Barat sudah terjadi di 22 kabupaten dan kota. BPBD Jabar mencatat total jumlah kejadiannya sudah mencapai 193 peristiwa," kata Hadi, Kamis (10/9).

Baca Juga: Arkiv Vilmansa Buka Pengalaman Imersif Sulu in Wo(u)nderland di Lantai 5 Hompimplay Bandung

Wilayah dengan frekuensi kejadian tertinggi bukan yang paling luas arealnya. Kabupaten Sumedang mencatat 24 kali kebakaran, tertinggi dibanding daerah lain. Bandung mengikutinya dengan 22 peristiwa, Subang 20, dan Majalengka 18 kali.

Sebaliknya, jika dilihat dari luasan kerusakan, Majalengka paling parah. Sedikitnya 53,66 hektare lahan di kabupaten itu hangus terbakar, melampaui luas kerusakan di wilayah-wilayah yang lebih sering terbakar.

Pascakebakaran lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai yang menghabiskan 40 hectare dalam tiga hari lalu, kondisi ini mempertegas bahwa ancaman karhutla belum selesai meski titik-titik besar pernah menjadi perhatian publik.

Baca Juga: Teja Paku Alam Kembali Jadi Starter, Persib Tantang Persija di SUGBK dengan Misi Curi Poin

Hadi menekankan peran warga sebagai garis pertahanan pertama. "BPBD Jabar berharap warga terus meningkatkan kewaspadaan dengan tidak melakukan pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan," katanya.

Musim kemarau yang masih panjang membuat setiap忽略 kecil berpotensi menjadi sumber api baru. Warga di puluhan kecamatan yang sudah terdampak kini additionally harus berjaga agar situasi tidak semakin meluas.