Tokoh Pemuda Desa Wadas Soroti Empat Karakter Dasar yang Harus Dimiliki Kades Baru
Tokoh Pemuda Desa Wadas, Karawang, menyoroti empat karakter dasar yang harus dimiliki kades baru: jujur, amanah, cerdas, dan berintegritas. Ia berharap Pilkades 2026 memperkuat demokrasi tanpa memecah belah masyarakat.

Pilkades Serentak 2026 di Karawang akan melibatkan puluhan ribu warga di puluhan desa. Salah satu desa yang mempersiapkan diri adalah Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, yang kini tengah menyaring figur pemimpin yang dianggap mampu mengelola potensi desa secara optimal.
Sahertian Lyonardo, Tokoh Pemuda Desa Wadas, menyoroti empat karakter dasar yang他认为 harus dimiliki kepala desa pilihan nanti. Kejujuran, amanah, kecerdasan, dan integritas menjadi standar yang ia sampaikan sebagai modal pemimpin desa.
"Kejujuran dan integritas bukan sekadar atribut pribadi, melainkan prinsip yang harus tercermin dalam setiap proses penyelenggaraan pemerintahan desa," kata Sahertian.
Baca Juga: 943 Ribu Warga Jawa Barat Kesulitan Air Bersih Akibat Kemarau Panjang
Tanggung jawab kepala desa memang tidak ringan. Pemimpin desa Dituntut mengelola pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga potensi ekonomi lokal. Dengan pengelolaan dana desa yang terus meningkat setiap tahun, transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Sahertian memandang kecerdasan sebagai modal penting dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Pembangunan desa saat ini tidak cukup hanya pada fisik, tetapi juga membutuhkan kemampuan membaca perubahan, mengidentifikasi persoalan, dan menghadirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.
"Desa membutuhkan pemimpin yang bukan hanya bisa berbicara tentang pembangunan, tetapi mampu memahami persoalan masyarakat dan mencari solusi yang konkret," katanya.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Jejak Kerutan di Permukaan Merkurius dari Proses Penyusutan 4,5 Miliar Tahun
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pemerintahan desa yang tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan pilihan politik. Baginya, perbedaan pandangan dalam kontestasi Pilkades hanyalah proses demokrasi. Setelah pemilihan selesai, seluruh elemen masyarakat harus kembali bersatu.
"Perbedaan pilihan politik seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan. Keberagaman pandangan dapat menjadi kekuatan apabila seluruh elemen masyarakat memiliki tujuan yang sama," tegas Sahertian.
Ia berharap Pilkades Wadas 2026 tidak sekadar proses pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi pintu masuk menuju tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berpihak pada kesejahteraan seluruh warga.
"Tujuan akhirnya bukan kemenangan seorang calon, tetapi bagaimana Desa Wadas menjadi lebih baik," tutup Sahertian.