500 Relawan McDonald's Temani 5.250 Anak Marginal Lewat 2.036 Jam Aktivitas di 147 Restoran
5.250 anak dari kelompok marginal didampingi 500+ karyawan McDonald's Indonesia selama 2.036 jam lewat kegiatan bermain, belajar, dan tur dapur di 147 restoran.

Andini Diva Fitriyani tidak pernah menyangka bisa datang langsung ke restoran McDonald's. Gadis dari yayasan Cahaya Rumah Ilmu Indonesia itu mengaku pengalaman itu begitu membekas.
"Ini pertama kalinya aku datang ke McDonald's, jadi aku senang banget. Ternyata di sini aku bisa makan, bermain, dan belajar bareng teman-teman," kata Andini.
Andini bukan satu-satunya. Sepanjang Oktober 2026, sebanyak 5.250 anak dari kelompok marginal mendapat kesempatan serupa. Mereka datang ke 147 restoran McDonald's yang tersebar di 70 kota dan kabupaten di Indonesia. Di setiap lokasi, anak-anak itu ditemani oleh lebih dari 500 karyawan McDonald's Indonesia yang berperan sebagai "Kakak Bimbing McD".
Baca Juga: Restoran Korea 88 SEOUL Paskal 23 Bandung Ditutup Sementara Usai 26 Pelanggan Positif Keracunan
Anak-anak yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang, termasuk anak jalanan, anak pemulung, anak terlantar, dan anak dari keluarga prasejahtera. Mereka mengikuti beragam aktivitas selama program Community Month 2026 itu, mulai dari sesi bercerita, permainan tradisional Nusantara, tur dapur, membuat kreasi es krim, hingga makan bersama.
Di Jakarta, Abdullah Arkhan Indranata berkesempatan melihat langsung dapur restoran, membuat es krim, dan bertemu Ronald McDonald. Pengalaman itu begitu berkesan.
"Senang banget rasanya, aku kayak sedang main sama kakak sendiri," kata Arkhan.
Baca Juga: Bandung Kirim 26 Tim Putri di HYDROPLUS Soccer League 2026/27
Secara keseluruhan, para relawan mengabdikan 2.036 jam untuk menemani anak-anak tersebut. Meta Rostiawati, Associate Director of Communications McDonald's Indonesia, menjelaskan bahwa program ini dirancang bukan sekadar hiburan.
"Ketika karyawan mengambil peran sebagai 'Kakak Bimbing McD', mereka tidak hanya menemani bermain, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi anak-anak untuk mencoba pengalaman baru, berbagi cerita, dan merasa diterima," kata Meta.
Keperluan terhadap perhatian seperti ini bukan tanpa dasar. Laporan Bappenas, BPS, SMERU, dan UNICEF Indonesia pada 2025 mencatat, 11,8 persen anak di Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan nasional. Kemiskinan anak tidak hanya membatasi akses ekonomi, tetapi juga memengaruhi berbagai aspek kehidupan dan pemenuhan hak anak.
Dalam lima tahun pelaksanaannya, jangkauan program ini terus meluas. Jumlah anak yang dijangkau meningkat dari sekitar 2.000 anak pada 2022 menjadi 5.250 anak pada 2026. Partisipasi karyawan juga tumbuh lebih dari dua kali lipat. Karyawan dari berbagai divisi dan jenjang jabatan terlibat, mulai dari kru restoran hingga jajaran manajemen.
Daryanti, staf Operations McDonald's Indonesia, menjadi salah satu例 yang konsisten selama lima tahun berturut-turut. Baginya, kegiatan ini melampaui rutinitas pekerjaan.
"Tahun ini, melihat keceriaan adik-adik yang datang ke restoran membuat saya tersentuh dan semakin menyadari bahwa setiap anak membutuhkan perhatian dan ruang yang aman untuk tumbuh," kata Daryanti.
Pada periode April 2024 hingga Maret 2025, McDonald's Indonesia menyalurkan donasi senilai lebih dari Rp 2,2 miliar dan mendistribusikan lebih dari 72.000 porsi makanan melalui program ini. Bantuan tersebut menjangkau panti asuhan, sekolah marginal, dan panti wreda di 96 kota dan kabupaten.
Community Month 2026 menjadi bagian dari perayaan 35 tahun McDonald's Indonesia beroperasi di Tanah Air.