Pemimpin Media Bandung dan Jawa Barat Waswas Pajak Tautan Bisa Putus Trafik dari Platform Digital
Pemimpin media di Bandung memperingatkan bahwa pajak tautan bisa memutus trafik utama mereka dari platform digital dan mengancam operasional media lokal di Jawa Barat.

Pemimpin media di Bandung memperingatkan bahwa kewajiban pembayaran atas tautan berita bisa memutus sumber trafik utama mereka dari platform digital global. Peringatan itu muncul dalam Focus Group Discussion Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Media Lokal di Bandung, Kamis (8/10/2026).
Para pimpinan media lokal yang hadir menggambarkan kondisi keuangan industri mereka saat ini sudah kritis. Suwarjono, Pemimpin Redaksi Suara.com, mengatakan sebagian koleganya sudah mempertanyakan kelanjutan model bisnis media ke depan.
"Beberapa teman sudah report, 'Wah, Mas, kami betul betulkondisi sudah masuk IGD, sehingga kita butuh refresh lagi, kemungkinan tahun depan model bisnis media itu seperti apa?'" katanya.
Dia menambahkan, pendapatan dari aktivitas jurnalistik tidak lagi mampu membiayai seluruh operasional media sehingga harus ditopang usaha lain.
Di tengah tekanan finansial itu, perubahan UU Hak Cipta yang sedang dibahas dinilai tidak menyelesaikan masalah mendasar media lokal. Revisi berpotensi membuka celah bagi pemerintah untuk memusatkan penarikan kompensasi melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Kehadiran birokrasi LMK disebut berisiko menciptakan krisis arus kas karena potensi pemotongan management fee secara sepihak.
Ruddy Sukarno, CEO AyoBandung, menilai sentralisasi LMK bukanlah solusi pelindung melainkan ancaman eksistensial struktural yang bisa memutus operasional media secara permanen. Baginya, hubungan komersial antara media dan platform harus langsung, tanpa campur tangan negara.
Baca Juga: BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru Bersama Eastspring, Minimum Investasi Rp100 Ribu
Satrya Graha Laksana, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Barat, menyoroti dampak lanjutan jika pajak tautan benar-benar diterapkan. Platform global berpotensi enggan mengindeks media-media kecil karena muncul biaya tambahan. Padahal, saat ini hampir seluruh media lokal bergantung pada trafik organik dari platform.
Subagja Hamara, CEO Harapan Rakyat media yang berbasis di Banjar, Jawa Barat, menggambarkan secara langsung apa yang akan terjadi jika platform menghapus tautan berita.
"Model bisnis sebagian besar media lokal saat ini sangat bergantung pada trafik organik yang dikonversi menjadi pendapatan iklan mandiri dan programatik," katanya. "Kalau platfom ini tidak ada, kami harus menjajakan produk media seperti masa-masa jualan koran di lampu merah."
FGD itu mempertemukan para pimpinan media dari berbagai platform insieme. Selain Suara.com dan AyoBandung, hadir pula perwakilan dari AMSI dan Amsindo Jawa Barat. Mereka merumuskan sikap bersama menolak LMK sebagai perantara dan mendorong skema Business-to-Business murni antara media dan platform digital.