Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Erwin Sebut Belum Dilibatkan dalam Pembahasan Anggaran dan Program Strategis Pemerintahan Kota Bandung

Bandung · Oleh ·

Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyebut dirinya tidak dilibatkan dalam pembahasan anggaran dan program strategis. Hubungan komunikasi dengan Wali Kota Farhan belum menunjukkan perbaikan meski masa kepemimpinan masih lebih dari tiga tahun.

Erwin Sebut Belum Dilibatkan dalam Pembahasan Anggaran dan Program Strategis Pemerintahan Kota Bandung

Pembahasan anggaran perubahan hingga program strategis di lingkungan Pemerintah Kota Bandung berlangsung tanpa keterlibatan Wakil Wali Kota Erwin. Ia menyatakan tidak terima disposisi untuk menggantikan atau menghadiri kegiatan dari Wali Kota Muhammad Farhan.

Erwin menyebut dirinya terpisah dari proses pengambilan keputusan penting di tubuh pemerintahan kota. Mulai dari anggaran, anggaran perubahan, program pemerintah kota, sampai mutasi dan rotasi jabatan, semuanya dibahas tanpa dirinya.

"Kalau bicara anggaran, ya itu bicara Wali Kota yang menentukan. Cuma seharusnya wakil juga diajak bicara. Kan harusnya seperti itu," katanya.

Baca Juga: BRI Luncurkan Tiga Reksa Dana Baru Bersama Eastspring, Minimum Investasi Rp100 Ribu

Fungsi Pengawas Tetap Jalan

Meski tidak dilibatkan dalam proses strategis, Erwin mengklaim tetap menjalankan tugasnya sebagai wakil wali kota. Fungsi pengawasan ia jalankan dengan merespons langsung keluhan masyarakat yang masuk kepadanya.

Ia menyebutkan undangan kegiatan yang diterimanya sebagian besar berasal dari masyarakat atau pihak di luar organisasi perangkat daerah. Undangan yang seharusnya datang dari wali kota melalui disposisi, kata Erwin, selama ini justru ditujukan ke Sekretaris Daerah.

Baca Juga: Persib Balikkan Kedudukan 3-1 Atas Port FC Usai Tertinggal dari Penalti Jude Soonsup-Bell

Jarak Komunikasi Erwin dan Farhan

Hubungan Erwin dengan Farhan belum menunjukkan tanda perbaikan. Ia mengaku belum ada pembicaraan lanjutan soal pembagian tugas atau porsi kerja antara keduanya.

Erwin mengakui belum ada komunikasi dengan Farhan hingga saat ini. Namun ia tidak memberikan penilaian mengenai dampak situasi ini terhadap pemerintahan kota.

Erwin meminta agar pertanyaan mengenai dampak dari belum optimalnya koordinasi itu ditujukan langsung kepada Farhan. Sementara ia sendiri, kata Erwin, tetap melaksanakan tugas pengawasan dan menindaklanjuti persoalan yang dilaporkan warga.

Bandung Butuh Kolaborasi Tanpa Ego

Erwin mengingatkan bahwa masa kepemimpinan mereka masih menyisakan lebih dari tiga tahun. Dengan kompleksitas Kota Bandung, ia berharap sinergi keduanya bisa terbangun.

"Saya sangat berharap kita bisa bersama-sama membangun Kota Bandung, apa pun itu, baik terkait anggaran, program, rotasi dan mutasi, maupun hal lainnya," katanya.

Ia optimistis hubungan keduanya bisa kembali membaik karena keduanya pernah memiliki cita-cita yang sama ketika maju sebagai pemimpin Kota Bandung. Erwin berharap semangat kebersamaan itu bisa kembali diwujudkan untuk kepentingan pembangunan kota.