Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

200 Warga Tasikmalaya Positif DBD Sepanjang 2026, Anak-Anak Jadi Kelompok Rentan

Jabar · Oleh ·

200 warga Kabupaten Tasikmalaya positif DBD sepanjang 2026, satu di antaranya meninggal. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan.

200 Warga Tasikmalaya Positif DBD Sepanjang 2026, Anak-Anak Jadi Kelompok Rentan

Seorang warga Kabupaten Tasikmalaya dilaporkan meninggal dunia akibat demam berdarah dengue sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Total kasus positif DBD di daerah itu mencapai 200 orang, berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk setempat.

Sebagian besar pasien DBD menjalani perawatan di RSUD KHZ Mushafa. Beberapa di antaranya sudah berangsur sembuh, sementara petugas medis masih memantau pasien yang masih dirawat.

Angka 200 kasus itu mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Namun anak-anak tercatat sebagai kelompok yang paling banyak terjangkit, meniru pola yang juga terlihat pada kasus ISPA di daerah yang sama.

Baca Juga: Ribuan Knalpot Bising Disita di Cianjur, Lebih dari 200 Kendaraan Masih Tak Bertuan

Lonjakan kasus terjadi justru saat musim kemarau panjang. Otong Kusmana dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menyebut genangan air di wadah-wadah penampungan yang jarang dikuras menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk Aedes aegypti.

"Peningkatan jentik nyamuk masih banyak ditemukan di dalam rumah. Masyarakat harus selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing," katanya.

Kondisi ini membuat Dinas Kesehatan mengkhawatirkan potensi kenaikan kasus akan terus terjadi selama musim kemarau jika masyarakat abai. Warga diminta menerapkan langkah 3M Plus, yakni menguras bak air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang bekas, serta melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Pola Hidup Bersih dan Sehat.

Baca Juga: Purnatugas di Usia 57, Mantan Manajer Hotel Sukabumi Kini Six Kali Taklukkan Rute 60 Kilometer

Bagi warga yang mengalami demam tinggi tidak kunjung turun, petugas kesehatan setempat mengingatkan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kasus DBD di wilayah ini pernah mengalami fluktuasi setiap bulannya sepanjang awal tahun. Tanpa upaya pemberantasan sarang nyamuk yang konsisten, ancaman DBD bakal terus membayangi warga di musim kemarau.