Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BUMDes Mulyasari Karawang Kelola Dana Rp856,75 Juta, Ikan Nila Bioflok Masuki Siklus Kedua

Jabar · Oleh ·

BUMDes Mulyasari Karawang kelola dana Rp856,75 juta dengan program ikan nila bioflok yang sudah memasuki siklus kedua dan mulai terhubung ke pasar catering.

BUMDes Mulyasari Karawang Kelola Dana Rp856,75 Juta, Ikan Nila Bioflok Masuki Siklus Kedua

BUMDes Mulyasari di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, mengelola dana sekitar Rp856,75 juta per September 2026. Angka ini mencakup dana operasional dan dua pos piutang yang masih dalam proses penagihan, yakni Rp34,2 juta dan Rp99,875 juta. Pengelolaan dana sebesar itu menjadikan BUMDes ini salah satu lembaga ekonomi desa dengan kapasitas finansial terbesar di wilayahnya.

Pertumbuhan dana ini tidak terjadi secara instan. Sukamdi, Direktur BUMDes, menjelaskan bahwa setiap rupiah yang masuk merupakan amanah yang wajib diputar melalui kegiatan produktif.Targetnya bukan sekadar nominal besar, melainkan manfaat nyata yang kembali ke warga.

Salah satu program yang membuktikan hal tersebut adalah budidaya ikan nila sistem bioflok. Pada November 2025, BUMDes menerima dana ketahanan pangan sekitar Rp271 juta untuk program ini. Anggaran tersebut langsung dialirkan ke pembuatan kolam dan pembelian benih ikan. Saat ini program telah melewati satu siklus penuh dan tengah menjalankan siklus kedua.

Baca Juga: Ombudsman Temukan 10 Sel Mewah dan Mobil Alphard di Blok Khusus Lapas Cibinong

Proses panen di dua kolam telah selesai. Ikan yang dihasilkan memiliki ukuran sekitar 13 hingga 15 ekor per kilogram. Selain itu, ada sekitar Rp14,54 juta dana ketahanan pangan yang masih dikelola untuk keberlanjutan program. Keberhasilan siklus pertama menjadi modal untuk memperbesar skala produksi di siklus berikutnya.

Budi daya tidak berhenti di kolam. BUMDes mulai membangun rantai pemasaran dengan menggandeng pihak catering sebagai penyerap hasil panen. Model ini menciptakan siklus ekonomi utuh: mulai dari pengelolaan dana, produksi, panen, hingga penjualan. Dengan begitu, ikan yang dihasilkan tidak menumpuk tanpa jalur distribusi.

Di luar sektor pangan, BUMDes juga mengembangkan unit perdagangan. Ada transaksi yang tengah berjalan dengan dua mitra, Jaya Obayashi dan Harmoni Jaya Sejahtera. Sebagian proses pengiriman dan administrasi purchase order masih berlangsung. Skema kerja sama ini membuka peluang pendapatan baru bagi BUMDes di luar program ketahanan pangan.

Sukamdi menegaskan bahwa tanggung jawabnya bukan sekadar mempertanggungjawabkan penggunaan dana. Yang lebih penting, program harus berjalan dan memberikan hasil yang bisa dirasakan warga. BUMDes Mulyasari kini membuktikan bahwa lembaga ekonomi desa mampu bertumbuh jika dikelola dengan orientasi jangka panjang dan kesungguhan.