Mahasiswa Bandung Desak Evaluasi Kabinet Prabowo Lewat Aksi di Perempatan Dago
Ratusan mahasiswa dari ITB, Unikom, dan UPI gelar aksi di Perempatan Dago desak evaluasi kabinet dan program MBG. Mereka bawa empat tuntutan dan ancang ancang gerakan lebih besar.

Ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus di Bandung memadati Perempatan Jalan Dago, Jumat siang. Mereka berkumpul di bawah Jembatan Layang Pasupati dengan spanduk dan poster tuntutan. Aksi ini menjadi peringatan September Hitam sekaligus desakan langsung kepada pemerintah.
Massa yang hadir bukan dari satu kampus saja. Selain Institut Teknologi Bandung, terdapat perwakilan dari BEM SI Jawa Barat, Universitas Komputer Indonesia, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Mereka bergerak dari titik temu itu menuju lokasi aksi.
Fadhil Fatih dari ITB menjadi Koordinator Umum Aksi. Dalam keterangan pers, ia menjelaskan empat tuntutan utama yang mereka suarakan.
Baca Juga: Halte BRT Cicadas Picu Macet, Pengamat ITB Sebut Desain Tak Sesuai Koridor Jalan
Tuntutan pertama menyorot respons pemerintah terhadap bencana. Mahasiswa mendesak penanganan lebih cepat dan tepat bagi masyarakat terdampak di seluruh wilayah Indonesia.
"Kami menuntut terkait dengan respons cepat pemerintah untuk penanggulangan bencana yang ada di Indonesia saat ini," kata Fadhil.
Tuntutan kedua mengarah ke evaluasi kabinet. Mahasiswa meminta evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis danProgram and the second point is about the evaluation of the cabinet. Students are demanding a comprehensive evaluation of the Free Nutritious Meal Program and cooperatives in the context of President Prabowo Subianto and Vice President Gibran Rakabuming Raka's administration.
The student movement extends beyond ITB, with involvement from BEM SI West Java, UNIKOM, and UPI. They are advocating for policy changes that support research-based industrialization and resource processing, emphasizing good governance principles.