Warga Cililin Bersihkan Eceng Gondok di Waduk Saguling Bandung Barat
Warga Cililin Bandung Barat bersihkan eceng gondok di Waduk Saguling secara konsisten sejak 2025, dengan kolaborasi PLN dan pihak lain untuk melindungi ekosistem dan kehidupan masyarakat.

Sebagai salah satu waduk strategis di Jawa Barat, Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat kini menghadapi ancaman serius dari penyebaran eceng gondok – tumbuhan air invasif yang cepat tumbuh dan menutupi permukaan air. Namun, aksi tanggung jawab sosial warga lokal dan kolaborasi berbagai pihak mulai memberikan harapan untuk melindungi ekosistem dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Aksi Mandiri Warga Cililin untuk Bersihkan Eceng Gondok
Salah satu warga yang secara konsisten melakukan aksi bersih adalah Taufik Rahmat Wardani, warga Kampung Bobojong, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin. Sejak awal 2025, Taufik menghabiskan waktu 2 hingga 3 jam setiap hari untuk mengangkat eceng gondok di beberapa kawasan Waduk Saguling, mulai dari Blok Ciminyak di Desa Rancapanggung hingga kawasan bawah Jembatan Biru Mukapayung.
Setiap harinya, ia mampu mengumpulkan sekitar 5 kwintal eceng gondok, yang kemudian difermentasi agar bisa dimanfaatkan kembali oleh warga sebagai pakan ternak maupun pupuk tanaman. "Aksi ini konsisten dilakukan tiap hari sejak awal 2025 karena kondisi Saguling makin parah, area perairan yang tertutup eceng makin luas," katanya dalam wawancara pada Jumat (15/5).
Taufik juga mengakui bahwa ia telah menghadapi beberapa risiko selama melakukan aksi ini, mulai dari luka akibat benda tajam di perairan hingga terkena patukan ular. Meskipun demikian, ia tetap melanjutkan aksi ini dengan keyakinan bahwa gerakan kecil ini bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Dampak Eceng Gondok bagi Masyarakat dan Ekosistem
Keberadaan eceng gondok di Waduk Saguling telah menyebabkan berbagai masalah bagi masyarakat sekitar dan ekosistem waduk. Menurut Taufik, eceng gondok menyulitkan perahu untuk berlayar, membuat nelayan kesulitan mencari ikan, dan memicu ledakan populasi nyamuk yang mengganggu permukiman warga.
Data dari PLN Indonesia Power selaku pengelola Waduk Saguling menunjukkan bahwa dari total sekitar 5.600 hektare area waduk, sebanyak 94 hektare di antaranya telah tertutup eceng gondok. Kondisi ini menjadikan persoalan gulma air sebagai ancaman serius bagi ekosistem waduk dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
"Jika dibiarkan terus, masyarakat yang paling merasakan dampaknya. Nelayan kesulitan mencari ikan, warga juga terganggu karena nyamuk makin banyak," ujar Taufik, yang juga merupakan bapak dari tiga anak.
Kolaborasi Berbagai Pihak dalam Penanganan Eceng Gondok
Keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan Waduk Saguling sejalan dengan visi misi PLN Indonesia Power UBP Saguling yang mendorong kolaborasi multi pihak dalam pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai guna, seperti kerajinan tangan, pakan ternak, dan pupuk organik.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling, Doni Bakar, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan dalam penanganan eceng gondok. "Penanganan eceng gondok secara menyeluruh memerlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk perubahan perilaku, budaya dan tanggung jawab semua masyarakat," ungkapnya.
Doni menambahkan bahwa upaya penanganan eceng gondok di Waduk Saguling telah dilakukan secara bertahap, dengan dukungan ekskavator serta bantuan personel Kodim 0609 Cimahi dan Satgas Citarum Harum. Ia juga menegaskan bahwa penanganan eceng gondok memerlukan upaya berkesinambungan dan dukungan berbagai pihak agar dapat berjalan optimal.
Harapan untuk Aksi Bersama
Taufik berharap bahwa aksi kecil yang ia lakukan bisa menginspirasi lebih banyak warga untuk ikut terjun dalam menjaga lingkungan Waduk Saguling. "Walaupun gerakan kecil, tapi mudah-mudahan aksi ini bisa menginspirasi semua untuk ikut terjun langsung bersama-sama, tanpa saling menyalahkan siapa yang bertanggung jawab," jelasnya.
Kolaborasi antara warga lokal, PLN Indonesia Power, dan berbagai pihak lainnya diharapkan bisa menjadi contoh dalam upaya pelestarian lingkungan waduk dan sungai di Indonesia. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan eceng gondok di Waduk Saguling bisa dikendalikan dan lingkungan sekitar bisa kembali sehat.