Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Update Kebakaran Fasilitas Pertamina Indramayu: Status Lokasi Setelah Dipadamkan

Jabar · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

Kebakaran melanda fasilitas SPU Cemara Pertamina EP Jatibarang Field di Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu siang. Api berhasil dipadamkan, lokasi aman, dan tim sedang menyelidiki penyebab serta kerugian materiil.

Kebakaran di Fasilitas SPU Cemara Pertamina Indramayu

Fasilitas Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Cemara milik Pertamina EP Jatibarang Field mengalami kebakaran pada Rabu siang pekan ini. Lokasi insiden berada di Desa Rajaiyang, Kecamatan Losarang, Indramayu, Jawa Barat, yang merupakan area operasional perusahaan untuk pengumpulan dan pengolahan produk minyak dan gas bumi.

Kebakaran ini menarik perhatian masyarakat setempat dan pihak berwenang, mengingat potensi dampak yang bisa timbul dari insiden di fasilitas energi skala besar. Namun, pihak perusahaan berkomitmen untuk mengendalikan situasi dan menginformasikan perkembangan terbaru kepada publik.

Penanganan Cepat dan Efektif Tim Pertamina

Menurut keterangan resmi Manager Communication Relations & CID Pertamina EP Pinto Budi Bowo Laksono, tim penanggulangan keadaan darurat perusahaan segera bergerak setelah mendeteksi api di area fasilitas sekitar pukul 12.30 WIB. Langkah pertama yang diambil adalah memutus aliran bahan bakar di area kejadian untuk mencegah penyebaran api yang lebih luas.

"Tim penanggulangan keadaan darurat segera bergerak melakukan penanganan teknis, termasuk pemadaman sumber api dan langkah mitigasi untuk mengendalikan kondisi di lokasi," ujarnya.

Tim juga melakukan pemadaman sumber api dengan menggunakan peralatan pemadam kebakaran yang sesuai standar, serta menerapkan langkah mitigasi untuk melindungi area sekitar dari dampak asap dan panas berlebih. Upaya pemadaman dilakukan secara terukur dan sesuai protokol Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang telah ditetapkan perusahaan.

Baca Juga: Dukcapil: 34,7 Juta Penduduk Indonesia Berzodiak Cancer, Terbanyak dari Semua Zodiak

Setelah hampir satu jam penanganan intensif, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 13.40 WIB. Pinto menegaskan bahwa seluruh proses penanganan tidak melanggar standar keselamatan yang berlaku, dan tidak ada personel Pertamina yang terluka selama insiden ini.

"Seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai standar HSSE yang diberlakukan perusahaan," ujarnya.

Kondisi Lokasi Saat Ini Sudah Aman

Setelah api dipadamkan, tim pemeliharaan dan keamanan Pertamina melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian. Hasilnya, kondisi di area fasilitas saat ini dalam keadaan aman dan terkendali, tanpa risiko penyebaran api atau kebocoran bahan berbahaya.

Pihak perusahaan juga telah membersihkan sisa-sisa kebakaran dan memastikan bahwa fasilitas siap untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim investigasi. Selain itu, Pertamina telah menghubungi pihak berwenang lokal untuk memberikan informasi terkait insiden ini dan meminta dukungan jika diperlukan.

Baca Juga: FB (19) di Kuningan Diduga Bunuh dan Buang Bayinya Karena Takut Aib Kehamilan

Pengamanan Masyarakat oleh Aparat Lokal

Camat Losarang Encep Ria Setiadi dalam keterangannya menyatakan bahwa aparat keamanan dan pemadam kebakaran lokal turut terlibat dalam proses penanganan insiden ini. Tim keamanan melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah masyarakat mendekati area yang terdampak, mengingat masih ada risiko sisa panas atau kerusakan struktural di fasilitas.

"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak mendekati area terdampak selama proses penanganan berlangsung," jelas Encep.

Menurut Camat Encep, hingga saat ini tidak ada laporan tentang gangguan lalu lintas atau evakuasi massal di sekitar lokasi kejadian. Proses pengamanan akan terus berlangsung sampai tim investigasi menyelesaikan pemeriksaan di lokasi.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran Sedang Berlangsung

Setelah situasi terkendali, Pertamina EP telah membentuk tim investigasi independen untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran ini. Tim akan melakukan analisis terhadap bukti fisik di lokasi, wawancara dengan saksi mata, dan memeriksa catatan operasional fasilitas untuk mengidentifikasi faktor yang memicu insiden.

Pinto menegaskan bahwa hasil penyelidikan akan diumumkan kepada publik setelah tim menyelesaikan analisisnya. Perusahaan berkomitmen untuk mengambil langkah korektif yang diperlukan untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Inventarisasi Kerugian Materiil

Sementara itu, pihak terkait sedang melakukan inventarisasi kerugian materiil akibat insiden kebakaran ini. Jumlah kerugian yang dialami oleh Pertamina EP belum dapat diumumkan secara resmi, karena proses pengecekan dan pencatatan masih berlangsung.

"Hingga kini, kerugian materiil akibat peristiwa tersebut masih dalam proses inventarisasi oleh pihak terkait," ucap Encep.

Pihak perusahaan berjanji untuk memberikan informasi terkait kerugian materiil segera setelah proses inventarisasi selesai. Informasi ini akan disampaikan kepada publik dan pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Insiden kebakaran di fasilitas Pertamina Indramayu ini menjadi pengingat penting tentang risiko operasional di industri energi. Meskipun pihak perusahaan berhasil mengendalikan situasi dengan cepat, insiden ini menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat dan kesiapan dalam menghadapi keadaan darurat.

Masyarakat sekitar diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari Pertamina EP dan pihak berwenang lokal, serta tidak mempercayai informasi yang tidak terverifikasi dari sumber tidak resmi.