Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tugu Kopi Tasikmalaya: Titik Awal Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan Indonesia

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Tugu Kopi Tasikmalaya resmi direvitalisasi dan ditetapkan sebagai cagar budaya. Kawasan bersejarah ini bakal menjadi pusat edukasi dan inkubasi ekonomi kerakyatan sesuai visi Presiden Prabowo.

Tugu Kopi Tasikmalaya: Titik Awal Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan Indonesia

Sejarah Panjang Tugu Kopi yang Kini Di revive

Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, menyimpan sejarah penting bagi pergerakan ekonomi kerakyatan Indonesia. Di kota inilah Kongres Kopi pertama kalinya diselenggarakan pada tahun 1947, menandai tonggak awal gerakan Koprasi di tanah air.

Hari Minggu lalu menjadi momen bersejarah ketika Menteri Koprasi Ferry Juliantono bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi mencanangkan revitalisasi kawasan Tugu Kopi di Kota Tasikmalaya. Pencanangan ini bukan sekadar upacara seremonial, melainkan langkah nyata untuk menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan sesuai cita-cita besar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Penetapan sebagai Cagar Budaya, Langkah Pelestarian yang Tepat

Dalam acara pencanangan tersebut, kawasan Tugu Kopi secara resmi ditetapkan sebagai cagar budaya. Penetapan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap pelestarian situs bersejarah yang memiliki makna mendalam bagi bangsa Indonesia.

"Tempat ini menjadi living heritage atau situs budaya yang hidup karena mungkin dari sinilah semangat Koprasi tumbuh berkembang," tutur Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Pelestarian ini bukan hanya soal fisik bangunan, melainkan juga tentang menjaga semangat awal gerakan Koprasi yang telah memberikan kontribusi besar bagi ekonomi masyarakat.

Tugu Kopi sebagai Titik Nol Gerakan Koprasi

Tugu Kopi di Tasikmalaya memiliki makna yang sangat strategis dalam sejarah pergerakan Koprasi Indonesia. Lokasi ini menjadi titik nol dimulainya gerakan Koprasi yang pada akhirnya melahirkan Hari Koprasi Nasional pada 12 Juli.

Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa revitalisasi tempat ini merupakan tindak lanjut dari semangat dan cita-cita besar presiden untuk:

"Tempat ini bukan hanya sebagai tempat bersejarah, tapi akan kita jadikan sebagai tempat untuk kita mulai lagi gerakan Koprasi, dan gerakan untuk membangkitkan kembali ekonomi rakyat," tegas Ferry Juliantono.

Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah

Revitalisasi Tugu Kopi ini bukan semata-mata program pemerintah pusat saja. Keberhasilannya memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah daerah.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyambut baik program ini dan menyatakan bahwa semangat historis Tugu Kopi akan terus berkelanjutan untuk generasi mendatang.

"Bagaimana sejarah bangsa ini betul-betaat menumbuhkan semangat di anak-anak kita, di anak-anak SD kita, di anak-anak SMP kita, dan juga tempat ini menjadi tempat untuk aktivasi ekonomi dan inkubasi," jelas Viman.

Membangun Kembali Mesin Ekonomi Kerakyatan

Ke depan, kawasan Tugu Kopi akan dikembangkan tidak hanya sebagai situs bersejarah, tetapi juga sebagai pusat:

Diharapkan dengan menghidupkan kembali mesin ekonomi kerakyatan di tingkat daerah, pertumbuhan ekonomi dapat meningkat lebih cepat dan merata.

Harapan untuk Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan

Revitalisasi Tugu Kopi di Tasikmalaya menandai dimulainya chapter baru dalam pergerakan Koprasi Indonesia. Dengan melibatkan seluruh stakeholder—dari pemerintah hingga masyarakat—diharapkan semangat ekonomi kerakyatan yang telah tertanam sejak 1947 dapat kembali menggelora dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Kawasan bersejarah ini siap menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di masa depan.