Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Majalengka Siagakan Semua Faskes Antisipasi Dampak Abu Vulkanik pada Warga

Jabar · Oleh ·

Majalengka siagakan seluruh faskes untuk tangani gangguan kesehatan warga akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kelompok rentan jadi fokus pemantauan.

Majalengka Siagakan Semua Faskes Antisipasi Dampak Abu Vulkanik pada Warga

Kabupaten Majalengka memperkuat kesiapan seluruh fasilitas kesehatan untuk melindungi warganya dari potensi gangguan kesehatan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Langkah ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/660/BPBD/2026 yang ditandatangani pada 7 September 2026.

Seluruh puskesmas, rumah sakit dan pos kesehatan di wilayah itu kini bersiaga dengan tenaga kesehatan, ambulans, oksigen, obat-obatan, masker dan alat pelindung diri. Pemantauan dilakukan terhadap gangguan pernapasan, asma, penyakit paru obstruktif kronis, iritasi mata dan gangguan kulit yang berpotensi muncul.

"Kita siapkan seluruh fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan. Kelompok rentan harus menjadi perhatian," kata Bupati Majalengka Eman Suherman.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai Habiskan 40 Hektare dalam Tiga Hari

Kelompok yang jadi fokus pemantauan mencakup bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, pekerja luar ruangan serta masyarakat dengan penyakit kronis. Untuk konteks, dampak abu vulkanik dari letusan serupa sebelumnya pernah menjangkau Bandung dan mendorong BPBD分发masker ke warga rentan.

Di luar sektor kesehatan, Dinas Pendidikan diminta mempersiapkan kemungkinan pembelajaran dari rumah apabila kualitas udara mengganggu kesehatan peserta didik maupun tenaga pendidik. Jika skenario ini berjalan, ratusan ribu siswa di Majalengka berpotensi terdampak.

"Kami menekankan koordinasi lintas sektor dengan meminta setiap perkembangan yang berpotensi mengganggu kesehatan, keselamatan, pelayanan publik dan aktivitas masyarakat segera dilaporkan melalui BPBD untuk ditindaklanjuti," kata Eman.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker dan pelindung mata, serta membasahi abu sebelum membersihkannya agar tidak kembali beterbangan. Berbeda dengan langkah di Bandung yang fokus pada penyemprotan jalan dan distribusi masker, Majalengka mengutamakan kesiapan medis di tingkat faskes.