Touchbase Bandung: Partisipasi Warga untuk Perbaikan Transportasi
Forum diskusi Touchbase Bandung mengajak warga berpartisipasi dalam penyusunan kebijakan transportasi kota, mengatasi kemacetan dan biaya transportasi tinggi.

Di tengah meningkatnya kemacetan dan beban biaya transportasi yang membengkak, Kota Bandung menghadapi tantangan serius dalam menciptakan sistem mobilitas yang aman, andal, dan terjangkau. Kondisi ini mendorong hadirnya forum diskusi terbuka Touchbase Bandung: Bebenah Transum Nu Merenah yang digelar di Tjap Sahabat, Bandung, Sabtu (28/3).
Latar Belakang Masalah Transportasi di Bandung
Kemacetan di Kota Bandung bukan hanya masalah ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak luas pada ekonomi dan kualitas hidup warga. Data menunjukkan rata-rata warga Bandung mengalokasikan hingga 37 persen pendapatan bulanan untuk kebutuhan transportasi, jauh di atas rata-rata kota global yang hanya sekitar 10 persen. Angka ini menegaskan bahwa akses terhadap transportasi yang terjangkau masih menjadi persoalan mendasar yang perlu diatasi segera.
Selain itu, angkot tetap menjadi tulang punggung mobilitas warga Bandung, tetapi potensinya masih belum dimaksimalkan secara optimal. Ribuan unit angkot di kota ini belum diberdayakan sepenuhnya, menurut perwakilan Demokrasi Kita.
Forum Touchbase: Ruang Dialog Antar Warga dan Pemerintah
Forum ini diinisiasi oleh Bijak Memantau bersama Demokrasi Kita sebagai ruang dialog interaktif yang mempertemukan warga dengan anggota DPRD Kota Bandung lintas fraksi dan komisi. Selain membahas persoalan transportasi umum, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi politik, di mana warga diajak memahami proses legislasi, penganggaran, hingga tantangan dalam merumuskan kebijakan transportasi yang sesuai kebutuhan masyarakat.
"Kami menghadirkan Touchbase sebagai ruang bagi warga untuk terlibat langsung dalam proses politik. Warga tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga berperan dalam memastikan kebijakan yang lahir sesuai kebutuhan," ujar Efraim Leonard, perwakilan Bijak Memantau.
Pandangan Para Anggota DPRD dan Pakar Transportasi
Dalam forum, beberapa anggota DPRD Kota Bandung menyampaikan pandangan mereka tentang tantangan yang dihadapi:
- Nina Fitriana: Menyoroti pentingnya pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan transportasi. Ia menegaskan bahwa partisipasi warga saat ini belum cukup diwadahi, dan transformasi angkot yang diatur dalam perda masih belum dijelaskan secara konkret, sehingga implementasinya belum optimal. Ia menambahkan bahwa kejelasan mekanisme sangat diperlukan agar program peremajaan angkutan kota dapat berjalan sesuai rencana.
- Christian Julianto Budiman: Menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang realistis dengan mempertimbangkan kondisi Kota Bandung yang memiliki jalan relatif sempit. Ia menegaskan bahwa angkot menjadi opsi mobilitas paling realistis, dan agar angkot bisa aman, andal, dan tepat waktu, diperlukan dukungan anggaran yang jelas.
- Susanto Triyogo Adiputro: Menilai bahwa tantangan utama tidak hanya terletak pada anggaran, tetapi juga pada komitmen pemerintah. Ia menegaskan bahwa jika ada kemauan politik, solusi tetap bisa ditemukan, termasuk melalui skema kolaborasi dengan pihak swasta yang legal.
Sementara itu, perwakilan Demokrasi Kita, Sena Luphdika, mengungkapkan bahwa lebih dari 2.000 angkot di Bandung belum dioptimalkan, meskipun potensinya besar untuk bertransformasi. Ia menambahkan bahwa pilot project yang sudah berjalan perlu diperluas dengan dukungan kebijakan yang nyata.
Tujuan dan Harapan Forum
Forum ini juga menekankan pentingnya pembaruan regulasi agar perencanaan transportasi dapat berjalan lebih efektif dan relevan dengan kondisi terkini. Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap dapat menciptakan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam menyusun kebijakan transportasi yang lebih baik untuk Kota Bandung.
Dengan adanya forum ini, diharapkan partisipasi warga dapat semakin meningkat, dan kebijakan transportasi yang lahir dapat benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat, mengatasi masalah kemacetan, dan menurunkan beban biaya transportasi bagi warga Bandung.