Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Titipkan Pesan Terakhir pada Anak, Pria di Bandung Barat Akhiri Hidupnya di Kebun

KBB · Oleh Dimas Kurniawan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Seorang pria berinisial US (42) di Kampung Cadas Gorowong, Padalarang Bandung Barat ditemukan meninggal karena gantung diri. Dugaan penyebabnya adalah dampak pisah dari istri sebulan lalu dan kurangnya dukungan mental yang diterima.

Titipkan Pesan Terakhir pada Anak, Pria di Bandung Barat Akhiri  Hidupnya di Kebun

Latar Belakang Kejadian di Kampung Cadas Gorowong

Pada Selasa (3/2/2026) siang, warga Kampung Cadas Gorowong, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat digegerkan dengan ditemukannya seorang pria berinisial US (42) dalam keadaan meninggal dunia tergantung di dahan pohon. Korban yang bekerja sebagai buruh harian lepas ini ditemukan pertama kali oleh ibu kandungnya, Asih (61), sekitar pukul 12.00 WIB di kebun belakang rumah mereka.

Menurut keterangan Asih, sebelum kejadian, korban sempat berbincang dengannya di dalam rumah. Namun, tak lama setelah itu, US keluar rumah tanpa pamit. Karena korban tak kunjung muncul setelah beberapa waktu, Asih merasa curiga dan memutuskan untuk mencari ke arah kebun. Saat sampai di lokasi, ia mendapati anaknya sudah tergantung di dahan pohon dengan seutas tali melilit leher.

"Saksi teriak histeris setelah melihat anaknya dalam kondisi seperti itu hingga warga berdatangan karena mendengar teriakan saksi," ungkap Kanit Reskrim Polsek Padalarang Ipda Egi Kurniawan.

Setelah mendengar teriakan, Ketua RT setempat langsung menuju lokasi dan melaporkan kejadian ke Polsek Padalarang.

Dugaan Penyebab: Dampak Pisah dari Istri dan Kondisi Mental Korban

Keluarga korban mengungkapkan bahwa semenjak berpisah dengan istrinya sekitar satu bulan sebelum kejadian, US cenderung menjadi tertutup dan sering menyendiri. Perubahan perilaku ini menjadi tanda awal bahwa korban sedang menghadapi masalah mental yang tidak teratasi.

Pada malam sebelum kejadian, korban sempat menitipkan pesan terakhir kepada anaknya. Dia meminta anaknya untuk menjadi anak yang baik dan tidak nakal. Selain itu, US juga menitipkan pengasuhan anaknya kepada neneknya (Asih) dengan dalih akan pergi bekerja ke Cianjur.

"Korban sempat menyampaikan pesan juga untuk menitipkan pengasuhan anaknya kepada neneknya (Asih) dengan dalih akan pergi bekerja ke Cianjur," kata Ipda Egi.

Hasil Pemeriksaan TKP dan Tanggapan Kepolisian

Setelah menerima laporan, jajaran kepolisian Polsek Padalarang dan Inafis Polres Cimahi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Berdasarkan hasil ini, kepolisian menyimpulkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat gantung diri.

Namun, pihak keluarga korban menyatakan keberatan untuk dilakukan tindakan visum maupun autopsi. Oleh karena itu, jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan di tempat pemakaman setempat.

Refleksi: Pentingnya Dukungan Mental untuk Korban Pisah Suami/Istri

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya peran dukungan mental bagi seseorang yang sedang mengalami perpisahan dari pasangan. Di daerah pedesaan seperti Padalarang, akses ke layanan konseling mental masih terbatas, sehingga banyak orang yang tidak dapat mengatasi masalah mental mereka dengan tepat.

Perpisahan dari pasangan dapat menyebabkan stres, depresi, dan bahkan pikiran bunuh diri jika tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, keluarga dan masyarakat perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku pada anggota keluarga atau tetangga yang sedang mengalami kesulitan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memberikan dukungan mental antara lain:

Kejadian ini juga menunjukkan bahwa pentingnya meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental di daerah pedesaan. Pemerintah dan organisasi masyarakat perlu bekerja sama untuk menyediakan layanan konseling mental yang mudah diakses dan terjangkau bagi semua orang, terutama mereka yang sedang mengalami kesulitan emosional.