Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tim SAR melanjutkan pencarian korban longsor Cisarua secara terbatas

KBB · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Basarnas Bandung melanjutkan pencarian korban longsor Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat secara terbatas meskipun status tanggap darurat berakhir, dengan 74 korban teridentifikasi dari 94 kantong jenazah yang dievakuasi.

Tim SAR melanjutkan pencarian korban longsor Cisarua secara terbatas

Terbaru: Basarnas Lanjut Pencarian Korban Longsor Bandung Barat 2026

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cabang Bandung telah memastikan bahwa pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat akan dilanjutkan secara terbatas. Keputusan ini diambil meskipun pemerintah daerah telah menghentikan status tanggap darurat bencana pada Jumat, 6 Februari 2026.

Kondisi Awal Operasi SAR

Selama 14 hari pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) skala penuh, tim SAR gabungan yang terdiri dari lebih dari 3.100 personel Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan instansi terkait lainnya telah mengevakuasi 94 kantong jenazah dari lokasi bencana. Meskipun estimasi awal korban yang terjebak longsor adalah 80 orang, tim telah memproses identifikasi jenazah melalui rilis Disaster Victim Identification (DVI) Polri per 6 Februari 2026 pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan data DVI, dari 77 kantong jenazah yang telah diperiksa, sebanyak 74 korban berhasil diidentifikasi. Sisa jenazah masih dalam proses identifikasi lanjutan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban.

Kendala Selama Operasi

Luas area longsor yang mencapai 15,7 hektare, kondisi tanah yang masih labil, serta faktor cuaca buruk menjadi kendala utama selama operasi SAR berlangsung. Faktor-faktor ini tidak hanya memperlambat proses pencarian, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan personel yang terlibat di lapangan.

Transisi dari Tanggap Darurat ke Pemulihan

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian menjelaskan bahwa penghentian status tanggap darurat menandai berakhirnya operasi SAR skala penuh. Namun, Basarnas bersama unsur SAR gabungan tetap siap melakukan pencarian lanjutan secara terbatas apabila ditemukan informasi baru yang kredibel terkait keberadaan korban yang masih terjebak.

"Berdasarkan evaluasi teknis lapangan dan aspek keselamatan, memasuki masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, pola operasi disesuaikan dengan tetap membuka ruang penanganan terbatas apabila ditemukan informasi atau identifikasi baru yang kredibel," ujar Ade Dian.

Selain itu, memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi yang dipimpin oleh pemerintah daerah, Basarnas tetap berkoordinasi dengan Incident Commander (IC) dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan apabila korban kembali ditemukan.

Rencana Penanganan Lanjutan

Apabila ditemukan indikasi atau informasi kredibel tentang keberadaan korban yang masih terjebak, tim Basarnas akan segera menindaklanjuti dan menyerahkan penanganan kepada tim DVI untuk proses identifikasi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keluarga korban mendapatkan kepastian yang mereka butuhkan.

Dalam pernyataannya, Ade Dian menegaskan bahwa komitmen Basarnas untuk menemukan semua korban longsor tidak berhenti meskipun status tanggap darurat telah berakhir. Tim akan terus memantau informasi dari lapangan dan siap bertindak kapan saja jika ada perkembangan baru.