Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tiga siswi SMA Cianjur korban TPPO terima pendampingan psikologis dan kesehatan

Jabar · Oleh ·

Tiga siswi SMA Cianjur menjadi korban TPPO dan kini terima pendampingan psikologis, kesehatan, serta hukum dari DPPKBP3A. Dinas juga gencarkan sosialisasi pencegahan.

Tiga siswi SMA Cianjur korban TPPO terima pendampingan psikologis dan kesehatan

Tiga siswi SMA di Kabupaten Cianjur kini tengah menjalani proses pemulihan setelah menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DPPKBP3A) Cianjur memberikan pendampingan secara menyeluruh meliputi aspek psikologis, kesehatan, dan hukum.

Kepala DPPKBP3A Cianjur Euis Jamilah mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi ketiga korban dimulai dari kondisi fisik hingga reproduksi. Pendampingan ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing korban dan berlangsung hingga proses persidangan selesai.

"Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan mulai dari fisik dan reproduksi disesuaikan dengan kondisi korban, termasuk pendampingan selama proses hukum berjalan hingga sidang," katanya.

除了 bantuan medis, dinas juga memberikan bimbingan konseling untuk mengatasi trauma dan memulihkan kepercayaan diri korban. Tim pendamping bekerja sama dengan keluarga untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Baca Juga: Verifikasi Makam Mbah Raden Marpu di Mekarwangi Buka Jalur Menuju Kampung Adat

Hak pendidikan korban dijamin

DPPKBP3A berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur untuk memastikan hak pendidikan ketiga siswi tetap terjamin. Meski sedang menjalani proses hukum dan pemulihan, mereka tetap bisa melanjutkan sekolah.

Modus perekrutan yang harus diwaspadai

Dinas setempat akan menggencarkan sosialisasi ke seluruh sekolah di Cianjur, dari wilayah utara hingga selatan. Tujuannya agar masyarakat mengenali modus perekrutan yang biasa digunakan pelaku TPPO.

Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Pemuda di Tasikmalaya karena Tanam Ganja di Kebun Cabai, Tujuh Pot Disita

"Kami akan terus melakukan berbagai upaya pencegahan bekerja sama dengan berbagai kalangan," kata Euis Jamilah.

Kasus ini mengingatkan orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak. Tawaran pekerjaan dengan upah tidak jelas atau iming-iming barang berharga menjadi tanda awal seseorang bisa menjadi korban perdagangan orang.