Terbaru! Wisata Sejarah Bunker Batujajar: Pesona Misterius di Tepi Waduk Saguling
Terbaru! Wisata sejarah Bunker Batujajar: Pesona misterius di tepi Waduk Saguling. Saksi bisu kisah kelam penyimpanan gas mustard di jantung Jawa Barat.

Menjelajahi Bunker Batujajar: Saksi Bisu Sejarah dan Pesona Alam Waduk Saguling
Berpetualang ke situs bersejarah memang selalu menawarkan pengalaman unik, apalagi jika situs tersebut menyimpan kisah kelam nan misterius. Di jantung Jawa Barat, tersembunyi sebuah destinasi yang memadukan jejak masa lalu dengan keindahan alam yang memukau: Bunker Batujajar.
Berlokasi di Desa Manglid, Kecamatan Cangkorah, benteng pertahanan ini kini menjadi daya tarik wisata yang populer di kalangan pencinta sejarah dan penikmat panorama alam. Posisinya yang strategis di kawasan Waduk Saguling menjadikan kunjungan ke sini terasa syahdu, dengan hamparan hijau dan perairan yang menenangkan mata.
Jejak Kelam Gas Mustard di Tanah Pasundan
Tak banyak yang tahu, Bunker Batujajar menyimpan kisah yang cukup gelap. Berdasarkan catatan dalam buku Menyongsong Era Masyarakat Informasi Tahun 2000 karya Abdul Kadir (1985), bunker ini pernah menjadi lokasi penyimpanan gas mustard. Sebanyak 47 ton gas beracun sisa Perang Dunia II ditemukan tersimpan dalam empat tangki yang terkubur di dalamnya. Fakta ini menjadi pengingat akan peran krusial bunker ini dalam narasi sejarah militer, bahkan di tingkat global.
Dari Benteng Pertahanan Menjadi Destinasi Wisata
Saat ini, Bunker Batujajar berada di bawah naungan Direktorat Zeni Angkatan Darat (Ditziad) dan sempat difungsikan sebagai area pelatihan militer, termasuk latihan tembak dan pembinaan fisik prajurit. Seiring waktu, bangunan legendaris ini telah direnovasi menjadi struktur dua lantai yang kini terbuka untuk publik, bertransformasi menjadi situs bersejarah yang dilestarikan.
Pesona Keindahan dan Petualangan Murah Meriah
Keunikan arsitektur bunker yang kontras dengan lanskap Waduk Saguling menjadi magnet utama bagi para pengunjung. Selain menjelajah setiap sudut bunker, wisatawan juga berkesempatan menikmati keindahan waduk melalui wahana perahu. Dengan tarif sekitar Rp25.000 per orang, pengunjung dapat menyusuri perairan selama 30 menit, terutama saat senja ketika matahari mulai terbenam, menciptakan pemandangan yang tak terlupakan.
Menariknya, untuk memasuki area Bunker Batujajar, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk. Hanya ada biaya parkir yang sangat terjangkau, yaitu Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Ini menjadikan Bunker Batujajar pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin berhemat namun tetap mendapatkan pengalaman wisata berkualitas, memadukan edukasi sejarah dengan rekreasi alam yang menawan.
Penulis: Anggie Baeduri Aulia R
Editor: Ayu Diah Nur’azizah