Terbaru! Dishub KBB Pasang 5 Zebra Cross: Prioritas Keamanan Siswa Bandung Barat
Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat memasang 5 titik zebra crossing dan rambu jalan di sekitar SD/SMP tepi jalan protokol. Fasilitas ini siap digunakan saat siswa masuk sekolah Januari 2026 untuk meningkatkan keselamatan penyeberangan dan mengurangi risiko kecelakaan.

5 Sekolah di Bandung Barat Dapat Fasilitas Zebra Cross Baru Sebelum Libur Berakhir
Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (Dishub KBB) telah melakukan pemasangan zebra crossing dan rambu jalan di lima titik sekolah yang terletak di tepi jalan protokol dan sebelumnya tidak memiliki fasilitas penyeberaman yang memadai. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya proaktif meningkatkan keselamatan siswa saat menyeberang jalan, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah yang sering terjadi kepadatan lalu lintas tinggi.
Daftar sekolah yang menerima fasilitas baru ini adalah:
- SDN 1 Cibodas Desa Pangauban Kecamatan Batujajar
- SDN 3 Cibodas Desa Pangauban Kecamatan Batujajar
- SMPN 2 Batujajar Desa Galanggang Kecamatan Batujajar
- SDN Sukasari Desa Galanggang Kecamatan Batujajar
- SMP Ummul Quro Desa Tanjungjaya Kecamatan Cihampelas
Alasan Prioritas Pemasangan Sebelum Libur Sekolah Berakhir
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub KBB, Hanny Nurismandiyah, ST., MM, menjelaskan bahwa pemasangan fasilitas ini direncanakan selesai sebelum libur panjang sekolah berakhir agar siap digunakan saat siswa kembali masuk pada awal Januari 2026.
"Fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk menghindari terjadinya kecelakaan di area sekolah menjadi lebih kecil," ujar Hanny dalam keterangan terbaru.
Dia menambahkan bahwa kepadatan lalu lintas di Bandung Barat semakin meningkat seiring waktu, terutama pada jam sibuk kerja dan masuk sekolah. Oleh karena itu, penataan fasilitas rambu jalan dan ketertiban lalu lintas perlu terus ditingkatkan untuk menjamin keamanan semua pengguna jalan, khususnya anak-anak yang masih rentan terhadap risiko kecelakaan.
Fungsi Zebra Cross yang Harus Diketahui Semua Pengguna Jalan
Zebra crossing merupakan fasilitas penyeberangan pejalan kaki yang dirancang untuk memperjelas area aman menyeberang jalan raya. Fungsi utama zebra cross adalah sebagai tanda bagi pengendara kendaraan bermotor untuk memperlambat laju kendaraan dan memberikan hak prioritas kepada pejalan kaki yang akan menyeberang.
Untuk memaksimalkan fungsi ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pejalan kaki: Hanya menyeberang di area zebra cross yang disediakan, dan jika ada tombol pemberitahuan, nyalakan terlebih dahulu untuk memberitahu pengendara akan keberadaan pejalan kaki. Selalu periksa lingkungan sekitar sebelum menyeberang.
- Pengendara kendaraan: Harus mengurangi laju kendaraan saat mendekati area zebra cross, dan berhenti jika ada pejalan kaki yang akan menyeberang.
Aturan Pemasangan Zebra Cross yang Mematuhi Standar Nasional
Pemasangan zebra cross tidak dapat dilakukan sembarangan, karena harus mematuhi aturan dan standar yang telah ditetapkan oleh otoritas lalu lintas. Berikut adalah beberapa syarat utama pemasangan zebra cross:
- Lokasi: Tidak boleh dipasang pada tanjakan, tikungan, atau turunan jalan. Harus berada di area dengan jarak pandang yang cukup untuk pengendara melihat pejalan kaki dari jauh.
- Ukuran: Garis marka zebra cross memiliki tebal sekitar 300 mm, dengan jarak antara garis sebesar 2.500 mm. Warna garis menggunakan kombinasi putih dan hitam untuk mudah terlihat bahkan dalam kondisi cuaca buruk.
Dishub KBB memastikan bahwa pemasangan di lima sekolah tersebut memenuhi semua standar ini, sehingga fasilitas dapat berfungsi optimal dan aman untuk digunakan oleh siswa dan masyarakat sekitar.
Dampak Potensial Bagi Keselamatan Siswa di Bandung Barat
Pemasangan zebra cross ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi keselamatan siswa di Bandung Barat. Dengan adanya fasilitas penyeberaman yang jelas dan terstandarisasi, risiko kecelakaan di area sekolah dapat berkurang secara signifikan.
Selain itu, tindakan ini juga dapat meningkatkan kesadaran pengendara akan pentingnya memberikan prioritas kepada pejalan kaki, terutama anak-anak yang mungkin kurang berpengalaman dalam menyeberang jalan. Dishub KBB juga menyatakan bahwa ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan manajemen lalu lintas di Kabupaten Bandung Barat, dengan fokus pada area-area yang berdekatan dengan fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit.