Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Terbaru 2024: KBB Sukses Jaring Gap Teknis dengan Internet Murah Pasirpogor

KBB · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

KBB sukses jaring "gap teknis" dengan internet murah di Pasirpogor sejak pandemi. Desa ini jadi tulang punggung akses internet desa, solusi murah bagi warga.

Terbaru 2024: KBB Sukses Jaring Gap Teknis dengan Internet Murah Pasirpogor

Inovasi Digital dari Desa: Kisah Sukses Kampung Internet Pasirpogor

Jauh sebelum program Kampung Internet digagas secara nasional oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, sebuah inisiatif serupa telah bersemi di Desa Pasirpogor, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat. Berawal dari kebutuhan mendesak di masa pandemi COVID-19, program ini kini telah menjadi tulang punggung akses internet murah bagi masyarakat setempat, dan masih terus dimanfaatkan hingga saat ini.

Tantangan Akses Internet Daring di Masa Pandemi

Ketika pandemi melanda pada tahun 2020, perubahan besar terjadi dalam aktivitas sehari-hari warga. Pembelajaran, pekerjaan, dan bahkan interaksi sosial banyak yang beralih ke sistem daring. Di Desa Pasirpogor, para siswa yang harus mengikuti pembelajaran jarak jauh menghadapi kendala signifikan: keterbatasan sinyal dan mahalnya biaya kuota internet. Harga paket data yang tinggi menjadi beban berat, terutama bagi keluarga dengan penghasilan rendah, sehingga akses internet yang merata masih menjadi mimpi.

Gagasan Brilian dari Ketua RT

Menanggapi kondisi pelik ini, Suhada, Ketua RT 03, mengambil inisiatif untuk menggagas program Kampung Internet. “Saya melihat saat pandemi hingga sekarang hampir semua aktivitas membutuhkan internet. Tujuan program ini untuk menyediakan sambungan internet murah bagi warga, dengan sistem patungan satu jaringan dari Telkom,” jelas Suhada.

Inisiatif sederhana ini perlahan mengubah Desa Pasirpogor. Dengan semangat gotong royong, kawasan ini kini dikenal sebagai desa dengan akses internet yang mudah dan ramah di kantong. Warga dapat menikmati layanan internet seharian penuh hanya dengan biaya mulai dari Rp2.000.

Kolaborasi Lokal dan Perluasan Jaringan

Akses internet di wilayah RT 03 kini tersedia berkat kolaborasi dengan penyedia layanan lokal, Ertiga.Net Hotspot. Keunggulan layanan ini mencakup akses tanpa batas jumlah pengguna dan jangkauan yang luas di berbagai titik strategis. Dari awalnya hanya delapan titik akses di RT 03, jaringan Ertiga.Net telah berkembang pesat hingga mencapai 30 titik, bahkan meluas ke wilayah RT 02. Ekspansi ini memastikan semakin banyak warga dapat merasakan manfaat positif dari program tersebut.

"Sejak masa pandemi sampai sekarang saya masih menggunakan Ertiga.Net. Ini sangat membantu saya dalam mengakses video pembelajaran untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.”

Penuturan Rina, seorang guru di desa tersebut, menggambarkan betapa vitalnya layanan ini bagi aktivitas sehari-hari, khususnya di sektor pendidikan.

Model Pengelolaan Berbasis Sosial dan Transparansi

Salah satu kunci keberlanjutan program ini adalah model pengelolaannya yang transparan dan berorientasi sosial. Pendapatan yang terkumpul dibagi secara cermat ke dalam tiga pos utama:

Penting untuk dicatat bahwa meskipun telah berjalan sekitar lima tahun, tarif layanan Ertiga.Net tidak pernah mengalami kenaikan. Suhada menegaskan, program ini murni bersifat sosial dan tidak berorientasi bisnis, sehingga akses internet tetap terjangkau dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Membangun Kemandirian Digital Desa

Keberadaan Kampung Internet Pasirpogor bukan hanya tentang penyediaan akses teknologi semata. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat:

Semangat gotong royong yang telah terbangun menjadi modal berharga dalam mewujudkan desa yang inklusif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan era digital. Pelajari lebih lanjut tentang inisiatif serupa di desa lain.

IBB