Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sumedang Perkuat Mitigasi Karhutla, Empat Wilayah Ini Masuk Zona Rawan

Jabar · Oleh · · Diperbarui 15 Agustus 2026

BPBD Sumedang identifikasi empat wilayah rawan karhutla. Kelalaian warga seperti membuang puntung rokok menjadi penyebab utama, bukan pembukaan lahan.

Sumedang Perkuat Mitigasi Karhutla, Empat Wilayah Ini Masuk Zona Rawan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tengah menggencarkan penguatan pemetaan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah mitigasi strategis menjelang musim kemarau.

Pemetaan Empat Titik Wilayah Rawan

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, Hendar, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat empat titik wilayah rawan karhutla yang telah teridentifikasi, yaitu:

Baca Juga: Jenal Aripin Minta Veteran Karawang Langsung Tegur Kalau Dirinya Keliru dalam Pengabdian

"Kami perkuat dan kembangkan kembali hasil pemetaan agar dapat membantu penanganan dan pencegahan lebih maksimal," tegas Hendar.

Hasil pemetaan ini menjadi dasar bagi BPBD untuk menentukan prioritas pengawasan dan alokasi sumber daya penanganan di lapangan.

Baca Juga: Siloam Hospitals Mampang gandeng brand alas kaki Bocorocco edukasi kesehatan kaki pekerja

Data Kejadian Karhutla dan Kebakaran Rumah

Berdasarkan catatan BPBD hingga akhir Juni 2026, wilayah Sumedang telah mencatatkan empat kejadian karhutla selama periode tersebut. Selain itu, terdapat 12 kejadian kebakaran rumah yang juga terjadi dalam rentang waktu yang sama.

Angka kejadian ini mendorong BPBD untuk memperkuat upaya mitigasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa, terutama memasuki musim kemarau.

Penyebab Utama Bukan Pembukaan Lahan

Salah satu temuan penting dari hasil penanganan di lapangan adalah kebakaran yang terjadi bukan dipicu oleh pembukaan lahan.

"Bukan karena pembukaan lahan. Itu mungkin karena kelalaian warga, seperti membuang puntung rokok, ditambah kondisi cuaca yang sudah mulai kemarau," jelas Hendar.

Kondisi vegetasi yang mulai mengering menjadi faktor pendukung sehingga setiap sumber api kecil dapat dengan mudah memicu kebakaran besar.

Strategi Mitigasi yang Diintensifkan

BPBD Sumedang menjalankan beberapa strategi mitigasi proaktif, antara lain:

Edukasi sebagai Kunci Pencegahan

Hendar menekankan bahwa edukasi masyarakat menjadi prioritas utama dalam strategi pencegahan karhutla.

"Yang paling penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami kondisi cuaca ketika memasuki musim kemarau supaya tidak terjadi kelalaian yang berpotensi menyebabkan kebakaran," lanjut Hendar.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kelalaian, diharapkan angka kejadian karhutla dan kebakaran dapat ditekan secara signifikan selama musim kemarau.

BPBD Sumedang terus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di kawasan dengan vegetasi kering yang mudah terbakar.