Sumedang Perkuat Mitigasi Karhutla, Empat Wilayah Ini Masuk Zona Rawan
BPBD Sumedang identifikasi empat wilayah rawan karhutla. Kelalaian warga seperti membuang puntung rokok menjadi penyebab utama, bukan pembukaan lahan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tengah menggencarkan penguatan pemetaan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah mitigasi strategis menjelang musim kemarau.
Pemetaan Empat Titik Wilayah Rawan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, Hendar, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat empat titik wilayah rawan karhutla yang telah teridentifikasi, yaitu:
Baca Juga: Jenal Aripin Minta Veteran Karawang Langsung Tegur Kalau Dirinya Keliru dalam Pengabdian
- Tomo
- Ciherang
- Margalaksana
- Cibereum
"Kami perkuat dan kembangkan kembali hasil pemetaan agar dapat membantu penanganan dan pencegahan lebih maksimal," tegas Hendar.
Hasil pemetaan ini menjadi dasar bagi BPBD untuk menentukan prioritas pengawasan dan alokasi sumber daya penanganan di lapangan.
Baca Juga: Siloam Hospitals Mampang gandeng brand alas kaki Bocorocco edukasi kesehatan kaki pekerja
Data Kejadian Karhutla dan Kebakaran Rumah
Berdasarkan catatan BPBD hingga akhir Juni 2026, wilayah Sumedang telah mencatatkan empat kejadian karhutla selama periode tersebut. Selain itu, terdapat 12 kejadian kebakaran rumah yang juga terjadi dalam rentang waktu yang sama.
Angka kejadian ini mendorong BPBD untuk memperkuat upaya mitigasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa, terutama memasuki musim kemarau.
Penyebab Utama Bukan Pembukaan Lahan
Salah satu temuan penting dari hasil penanganan di lapangan adalah kebakaran yang terjadi bukan dipicu oleh pembukaan lahan.
"Bukan karena pembukaan lahan. Itu mungkin karena kelalaian warga, seperti membuang puntung rokok, ditambah kondisi cuaca yang sudah mulai kemarau," jelas Hendar.
Kondisi vegetasi yang mulai mengering menjadi faktor pendukung sehingga setiap sumber api kecil dapat dengan mudah memicu kebakaran besar.
Strategi Mitigasi yang Diintensifkan
BPBD Sumedang menjalankan beberapa strategi mitigasi proaktif, antara lain:
- Peningkatan pemantauan kondisi cuaca dan vegetasi secara berkala
- Pengawasan intensif di empat titik wilayah rawan yang telah teridentifikasi
- Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran di musim kemarau
- Imbauan agar masyarakat tidak membakar lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan bervegetasi kering
Edukasi sebagai Kunci Pencegahan
Hendar menekankan bahwa edukasi masyarakat menjadi prioritas utama dalam strategi pencegahan karhutla.
"Yang paling penting adalah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih memahami kondisi cuaca ketika memasuki musim kemarau supaya tidak terjadi kelalaian yang berpotensi menyebabkan kebakaran," lanjut Hendar.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kelalaian, diharapkan angka kejadian karhutla dan kebakaran dapat ditekan secara signifikan selama musim kemarau.
BPBD Sumedang terus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di kawasan dengan vegetasi kering yang mudah terbakar.