Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Dinkes Kota Tasikmalaya Catat 1.861 Kasus ILI hingga September 2026

Jabar · Oleh ·

Dinkes Kota Tasikmalaya menemukan 1.861 kasus Influenza Like Illness hingga September 2026. Tren tiga pekan terakhir fluktuatif, sementara kasus ISPA juga melonjak.

Dinkes Kota Tasikmalaya Catat 1.861 Kasus ILI hingga September 2026

Sepanjang tahun 2026 hingga minggu epidemiologi ke-37, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menemukan 1.861 kasus Influenza Like Illness (ILI) di wilayahnya. Angkamasif ini terdeteksi melalui sistem surveilans yang diterapkan di seluruh Puskesmas dan rumah sakit kota tersebut.

Data surveilans tiga pekan terakhir menunjukkan fluktuasi jumlah pasien ILI. Pada minggu ke-35 tercatat 68 pasien, kemudian turun menjadi 54 pasien di minggu ke-36, dan kembali naik menjadi 68 pasien di minggu ke-37. Fluktuasi ini menjadi perhatian serius pihak kesehatan setempat.

Kabid P2P Dinkes Kota Tasikmalaya Arif Prianto menjelaskan bahwa kasus ILI memiliki indikasi gejala yang lebih berat dibandingkan influenza biasa. Gejala yang muncul meliputi gangguan pernapasan, demam, dan batuk. Namun tidak semua pasien dengan gejala tersebut terkonfirmasi positif influenza.

Baca Juga: Zaenal Abidin Ingatkan Warga Bekasi Konten Digital Bernada Penghinaan Bisa Menyakiti Perasaan Masyarakat

"Kasus Influenza Like Illness ini memiliki indikasi perberatan gejala yang lebih dari influenza biasa," kata Arif. Ia menambahkan, peningkatan ini berkaitan erat dengan kondisi medis Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang juga menunjukkan tren kenaikan signifikan di wilayah tersebut.

Sebagai respons, Dinkes memperkuat sistem surveilans di setiap fasilitas kesehatan. Masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Imbauan utamanya adalah kembali disiplin memakai masker dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Baca juga: Musim Kemarau, Kasus ISPA di Kota Tasikmalaya Tembus 64.451 Orang

Dengan temuan ribuan kasus ILI dan puluhan ribu kasus ISPA, Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan situasi. Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala awal seperti batuk dan demam berhari-hari, dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat.