Status Darurat Bencana di Pasirlangu Bandung Barat Dicabut
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mencabut status tanggap darurat longsor Pasirlangu pada 6 Februari 2026. Fokus kini beralih ke tahap pemulihan infrastruktur, ekonomi warga, dan relokasi, meskipun SAR masih mencari korban hilang.

Pada Jumat (6/2/2026), Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi mencabut status tanggap darurat bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Keputusan ini menandakan beralihnya fokus dari penanganan darurat ke tahap pemulihan komprehensif bagi warga terdampak, meskipun upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) korban hilang masih berlanjut.
Latar Belakang Bencana Longsor Pasirlangu
Bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) di Desa Pasirlangu telah menimbulkan dampak serius bagi masyarakat setempat. Berdasarkan data resmi:
- 48 rumah rusak parah dan tidak dapat dihuni kembali
- 532 warga harus mengungsi ke posko pengungsian
- 80 orang dilaporkan hilang sejak kejadian
Kejadian ini telah menarik perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, organisasi sosial, dan masyarakat umum yang turut memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Pencabutan Status Tanggap Darurat: Alasan dan Pertimbangan
Bupati Bandung Barat Jeje Richie Ismail menjelaskan bahwa pencabutan status tanggap darurat dilakukan setelah melalui pertimbangan kemanusiaan dan musyawarah dengan keluarga korban.
“Pada dasarnya seluruh keluarga sudah mengikhlaskan, jadi sepertinya tanggap darurat bencana kita cabut hari ini. Namun pihak Basarnas tetap melaksanakan pencarian secara mandiri,” katanya pada Jumat (6/2/2026).
Pencabutan status ini tidak berarti penanganan bencana selesai sepenuhnya, melainkan tahap penanganan telah memasuki fase berikutnya: pemulihan dan rekonstruksi. SAR masih terus beroperasi untuk mencari korban hilang yang belum ditemukan.
Tahap Transisi ke Pemulihan: Prioritas Pemerintah Daerah
Setelah mencabut status tanggap darurat, pemerintah daerah fokus penuh ke tahap transisi penanganan pasca bencana. Bupati Jeje menekankan bahwa pemulihan kehidupan warga terdampak menjadi prioritas utama.
“Pemda sekarang akan fokus ke transisi penanganan pasca bencana. Saya juga tadi sudah mengarahkan para dinas untuk cek ke sana, mendata infrastruktur rusak seperti sekolah, akses jalan, serta kondisi ekonomi warga karena banyak yang kehilangan pekerjaan,” katanya.
Prioritas utama dalam tahap ini meliputi:
- Pendataan menyeluruh infrastruktur rusak (jalan, sekolah, fasilitas kesehatan)
- Pemulihan ekonomi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana
- Penyediaan hunian sementara dan pencarian lahan untuk hunian tetap
- Penanganan kesehatan dan sosial bagi warga terdampak
Langkah-Langkah Pemulihan yang Dijalankan
Incident Commander (IC) penanganan longsor Cisarua, Ade Zakir, menjelaskan bahwa langkah pertama dalam tahap pemulihan adalah inventarisasi kebutuhan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi wilayah terdampak.
“Dalam masa pemulihan, yang pertama kami lakukan adalah menginventarisasi kebutuhan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi. Tidak hanya infrastruktur, tapi juga bagaimana ekonomi masyarakat bisa berjalan kembali,” katanya.
Langkah-langkah yang sedang dijalankan termasuk:
- Perbaikan infrastruktur dasar: Jalan, sekolah, dan fasilitas kesehatan agar aktivitas warga dapat kembali normal
- Pendataan untuk relokasi: Pemerintah sedang meneliti lahan yang aman untuk relokasi warga, termasuk memanfaatkan tanah carik milik desa setempat. Kebutuhan relokasi sekitar 53 unit, dan keputusan akhir akan diambil melalui musyawarah desa.
- Penyediaan air bersih: Berkat bantuan dari donatur seperti Raffi Ahmad dan Kapolres Cimahi, telah tercipta 15 sumur bor yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air warga terdampak.
- Penanganan korban: Hingga saat ini, tercatat 56 jenazah telah teridentifikasi dari 80 korban hilang. Tim SAR masih mencari korban yang belum ditemukan, dan 17 bodypack masih dalam tahap identifikasi oleh tim DVI Polri.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak untuk Pemulihan yang Cepat
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat tahap pemulihan. Bupati Jeje menyatakan bahwa bantuan dari pusat dan berbagai pihak telah sangat membantu proses pemulihan.
“Kita juga kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dari pusat. Bantuan sangat banyak, alhamdulillah banyak yang membantu Bandung Barat,” katanya.
Kolaborasi ini melibatkan:
- Pemerintah pusat yang memberikan bantuan dana dan sumber daya
- Organisasi sosial yang membantu dalam penanganan sosial dan kesehatan
- Swasta yang memberikan bantuan material dan finansial (seperti sumur bor dari Raffi Ahmad)
- Masyarakat umum yang turut berpartisipasi dalam kegiatan relawan
Kondisi Terkini: Warga Mulai Pulih dan SAR Masih Berlanjut
Saat ini, posko pengungsian di Pasirlangu sudah kosong karena semua pengungsi telah dipindahkan ke hunian sementara atau dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan medis. Kendala air bersih juga telah teratasi dengan adanya sumur bor yang berfungsi.
Meskipun fokus beralih ke pemulihan, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang. Hingga saat ini, telah ditemukan 94 bodypack korban, dengan 74 di antaranya telah teridentifikasi. Sisanya masih dalam proses identifikasi atau belum ditemukan.
Pemerintah berharap dengan langkah-langkah pemulihan yang komprehensif dan kolaboratif, warga Pasirlangu dapat segera bangkit dari musibah ini dan kembali menjalani kehidupan normal.