Stasiun Padalarang Sumbang 86 Persen Kedatangan Wisman Via Whoosh di Jawa Barat
Stasiun Padalarang menyumbang 86,46 persen dari total 87.751 kedatangan WNA via Whoosh di Jawa Barat sepanjang semester I-2026. Kereta konvensional tumbuh 9,57 persen, jauh melampaui Whoosh yang hanya 0,61 persen.

Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gerbang utama masuknya wisatawan mancanegara ke Jawa Barat lewat Kereta Cepat Whoosh. Sepanjang semester pertama 2026, tercatat 87.751 kunjungan WNA yang menggunakan Whoosh. Dari angka itu, 86,46 persen进来的 melalui stasiun yang berada di kaki Gunung Manglayang tersebut.
Pada Juni 2026 secara khusus, kedatangan WNA via Whoosh tercatat 17.877 kunjungan. Padalarang mendominasi karena melayani perjalananWhoosh dari dan menuju Jakarta, sekaligus menjadi titik transit terdekat bagi wisatawan yang menuju kawasan wisata Bandung dan sekitarnya.
Pertumbuhan penumpang kereta api konvensional di Jawa Barat justru melampaui Whoosh secara year-to-date. Hingga Juni 2026, penumpang KA konvensional mencapai 2,43 juta orang dengan pertumbuhan 9,57 persen secara tahunan. Bandingkan dengan Whoosh yang hanya tumbuh 0,61 persen pada periode yang sama. Pertumbuhan konvensional yang hampir 16 kali lipat lebih tinggi dari Whoosh menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Barat masih sangat bergantung pada kereta relasi sebagai moda transportasi harian.
Baca Juga: Mixue Blueberry Series Laku 2 Juta Porsi dalam 20 Hari Peluncuran
Lonjakan perjalanan kereta api konvensional ini terjadi ketika penumpang internasional di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati justru merosot tajam. Pada Juni 2026, pergerakan penumpang internasional di bandara tersebut turun 93,94 persen secara bulanan. Penurunan ini disebabkan oleh berakhirnya fase operasional pemulangan jamaah haji.
Sektor perhotelan ikut mencatatkan pemulihan pada Juni 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Barat naik 2,85 poin menjadi 51,05 persen. Tiga wilayah dengan keterisian tertinggi,分别是 Kabupaten Karawang dengan 72,11 persen, Kota Tasikmalaya dengan 63,22 persen, dan Kabupaten Purwakarta dengan 62,48 persen. Angka ini mengisyaratkan bahwa pemulihan pariwisata di Jawa Barat mulai menyebar ke luar kawasan Bandung metropolitan.
Peningkatan konektivitas kereta api, baik Whoosh maupun konvensional, menjadi pendorong utama naiknya kunjungan WNA ke Jawa Barat. KCIC sendiri sebelumnya telah menyiapkan ratusan ribu kursi tambahan untuk musim silaturahmi, yang dapat dilihat di artikel terkait. Dengan dominasi Padalarang sebagai pintu masuk utama, infrastruktur transportasi di kawasan Bandung Raya diharapkan terus mendukung pertumbuhan wisata di wilayah ini.