Seniman dan Warga Bandung Bentuk Aliansi Bandung Ngagoak, Gulirkan Aksi Estetik sebagai Ruang Sampaikan Keresahan
Seniman, pedagang, dan warga Bandung membentuk Aliansi Bandung Ngagoak untuk sampaikan keresahan lewat aksi estetika di Kebun Seni.

Seniman, pedagang, dan warga dari berbagai komunitas di Kota Bandung membentuk Aliansi Bandung Ngagoak (ABN). Mereka menggalang kekuatan untuk menyuarakan keresahan terhadap ketimpangan sosial dan persoalan keadilan melalui aksi seni.
Gerakan ini diwujudkan lewat Aksi Estetik yang gelar secara berkala di Kebun Seni Kreativitas Budaya. ABN tidak bersifat organik. Siapa pun boleh bergabung tanpa terikat keanggotaan formal.
Aksi pertama berlangsung akhir Agustus, disusul aksi kedua pertengahan September. Rangkaian itu melibatkan belasan komunitas seni dan warga. Selain Kebun Seni, Manjing Manjang, dan SituSeni, juga hadir Komunitas Penyanyi Jalanan, Roemah Alibi, Musik Akustik Kampungan, serta pedagang Pasar Ciroyom.
Pedagang pasar tradisional itu termasuk kelompok yang langsung merasakan dampak kebijakan ekonomi terhadap kehidupan mereka sehari-hari. Kehadiran mereka menunjukkan siapa yang selama ini minim ruang untuk menyampaikan keluhannya.
ABN menyampaikan, konstitusi adalah suara rakyat. Ketika pengelolaan negara keluar dari koridor konstitusi, masyarakat memiliki hak untuk mengingatkan melalui cara-cara yang masuk akal dan etis. Gerakan ini mendorong warga memahami kembali hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
ABN memandang aksi bukan sekadar unjuk bakat. Mereka merencanakan tiga rumpun kegiatan. Pertama, aksi langsung yang rutin setiap bulan di Kebun Seni Kreativitas Budaya sebagai ruang orasi dan pernyataan sikap. Kedua, workshop yang mengutamakan pengembangan potensi manusia melalui logika, etika, dan estetika. Ketiga, jurnalisme warga yang mendorong masyarakat mendokumentasikan persoalan di lingkungan mereka lewat media sosial.
Baca Juga: Ikhwan Tanamal Debut di ACL 2 Bantu Persib Raih Tiga Poin Pertama di Seoul
ABN menyampaikan, literasi digital dan pemahaman hukum publikasi perlu diperkuat agar warga mampu menyampaikan informasi secara bertanggung jawab dan mengurangi hoaks.
Ricky dari Yayasan Kebun Seni Kreativitas Budaya menyambut kehadiran ABN. Ia menilai kesenian bisa menjadi ruang aman bagi warga untuk mengekspresikan keluhannya, selama tetap menjaga estetika dan tidak menyinggung pihak tertentu.
ABN lahir karena kegelisahan terhadap kondisi sosial yang dinilai semakin memperlihatkan kesenjangan antara kelompok masyarakat kaya dan miskin. Tradisi kritis Bandung menjadi landasan mereka. Kota ini dikenal sebagai tempat lahirnya gagasan-gagasan kebangsaan, pendidikan, pers, dan kebudayaan sejak awal abad ke-20. Tradisi itu kemudian berkembang melalui peristiwa seperti Pengadilan Puisi pada 1974 yang mengguncang dunia sastra Indonesia.
Komunitas seni yang tersisa kini, seperti Kebun Seni dan SituSeni, mencoba menghidupkan kembali tradisi itu dengan cara mereka sendiri. Pedagang Pasar Ciroyom yang ikut dalam kegiatan ini termasuk kelompok yang selama ini minim ruang untuk didengar.