Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Super Air Jet Buka Rute Medan-Bandung-Denpasar, Penumpang Harian Bandara Husein Nyaris Sentuh 2.000

Bandung · Oleh ·

Super Air Jet buka rute Medan-Bandung-Denpasar dari Bandara Husein. Penumpang harian bandara nyaris 2.000 orang, target 3.000 pada 2026.

Super Air Jet Buka Rute Medan-Bandung-Denpasar, Penumpang Harian Bandara Husein Nyaris Sentuh 2.000

Super Air Jet resmi mengudara dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung menuju Medan dan Denpasar. Maskapai bertarif ekonomis itu memulai operasi perdananya pada September dengan rute Medan–Bandung–Denpasar.

Keputusan Super Air Jet menambah daftar maskapai yang melayani Bandung setelah sempat sepi selama pandemi. Garuda Indonesia dan Citilink sudah lebih dulu membuka penerbangan dari bandara ini pada Agustus.

Pergerakan penumpang di Bandara Husein menunjukkan tanda pemulihan. Sebelum pandemi, bandara ini pernah melayani sekitar 9.000 penumpang per hari. Angka itu anjlok menjadi 1.300–1.600 penumpang per hari setelah pembatasan penerbangan. kini jumlahnya terus meningkat mendekati 2.000 penumpang per hari.

Baca Juga: BINUS Kunci Gelar Juara Campus League Badminton Regional Bandung via Skor Agregat 45-55, 55-44, 55-53

Target Kota Bandung sendiri adalah mengembalikan jumlah penumpang menjadi 3.000 orang per hari pada akhir 2026. Angka itu belum menyamai kondisi sebelum pandemi, tapi sudah dianggap cukup untuk menopang operasional dan ekonomi di sekitar bandara.

"Sebulan setelah inaugurasi penerbangan oleh Garuda dan Citilink, hari ini inaugurasi penerbangan oleh Super Air Jet di Bandara Husein. Alhamdulillah, ini artinya menambah jumlah penerbangan dan jumlah penumpang," kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat peresmian.

Penerbangan perdananya mengangkut sekitar 170 penumpang dari Medan. Sekitar 130 penumpang turun di Bandung, sementara 40 penumpang sisanya melanjutkan perjalanan ke Denpasar. Kondisi ini menunjukkan Bandung mulai berperan sebagai titik penghubung antarwilayah.

Baca Juga: 23 Hektare Lahan Sawah di Bandung Diselamatkan Pemerintah Lewat Program Sawah Abadi

Ke depan, Bandung diproyeksikan menjadi kota transit penerbangan domestik. Posisi geografis memungkinkan kota ini menghubungkan perjalanan dari Pulau Sumatra menuju Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Pemerintah Kota Bandung bersama Lanud Husein Sastranegara dan Angkasa Pura terus mengupayakan peningkatan kualitas infrastruktur dan sarana prasarana penunjang.

Dampak langsung dari meningkatnya konektivitas udara menyentuh sektor ekonomi. Sektor hospitality, kuliner, perdagangan, hingga pariwisata berpotensi mendapat订单 dari meningkatnya arus penumpang. Sektor pendidikan, yang menjadi salah satu alasan utama kedatangan orang ke Bandung, juga ikut merasakan efeknya.