Sapi Simental 1,4 Ton Asal Sumedang Jawara Kontes APPSI Piala Presiden 2026 di Bogor
Robin Hood, sapi simental cross 1,4 ton asal Sumedang, menjuarai Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 sebagai sapi terberat nasional. Bobotnya melonjak drastis dari 500 kilogram menjadi 1,48 ton dalam 21 bulan perawatan. Pemiliknya pernah beli seharga Rp 30 juta, kini bernilai jauh lebih tinggi.

Robin Hood kini bukan sekadar nama karakter legendaris. Ia adalah sapi jantan simental crossbreeding seberat 1,4 ton yang tengah jadi buah bibir para peternak di Sumedang.
Sapi ini dibeli Ace Taryana (43) dari seseorang yang ia kenal dua tahun lalu. Waktu itu Robin Hood masih berumur 20 bulan dengan bobot sekitar 500 kilogram lebih. "Saya dapat sapi dari usia 20 bulan. Cuma dari perawatannya kurang terawat," kata Ace. Pemilak sebelumnya tidak memberikan perhatian optimal sehingga pertumbuhan sapi ini belum maksimal.
Ace lalu membawa Robin Hood ke farmsnya di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang. Dalam 21 bulan, perubahan luar biasa terjadi. Bobotnya melonjak drastis dari 500 kilogram lebih menjadi 1,48 ton. Kamis (13/10/2026), sapi ini tampil di panggung Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemar Sapi Indonesia (APPSI) Piala Presiden 2026 di Kabupaten Bogor. Ia menyisihkan ratusan sapi dari seluruh Indonesia dan berhak menyandang gelar sapi terberat nasional.
Baca Juga: H. Rosi Resmi Jadi Ketua IKAMA Kabupaten Bekasi Gantikan H. Apuk Idris
Robin Hood kini berusia 3 tahun 4 bulan. Ace optimistis bobotnya masih bisa bertambah karena sapi simental crossing biasanya berhenti bertumbuh di usia di atas 4 tahun. "Kalau sehat mudah-mudan bisa nambah lagi," katanya. Perawatan intensif dengan manajemen pakan terjadwal dan kebersihan kandangnya jadi kunci selain potensi genetik yang memang besar dari segi kerangka tulang.
Camat Tanjungkerta Indra Wahyudinata menilai pencapaian ini butuh dukungan penuh dari pemerintah daerah. "Saya sangat senang melihat sapi yang luar biasa ini dan bisa menginspirasi semua peternak," katanya. Indra mendorong Ace berbagi pengetahuan manajemen pakan dan pengelolaan sapi berkualitas kepada peternak lain di kecamatan itu.
Nilai jual Robin Hood kini diperkirakan melonjak berkali lipat dari harga belinya Rp 30 juta. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pernah menawar sapi ini. "Kalau cocok harga, insya Allah dijual," kata Ace. Namun ia belum menerima tawaran mana pun yang sesuai ekspektasinya. Bagi Ace, Robin Hood bukan sekadar aset ekonomi tetapi juga pembuktian bahwa genetika unggul dan tata kelola pemeliharaan yang disiplin mampu menghasilkan ternak jumbo berstandar nasional.
Kontes APPSI Piala Presiden 2026 mengukuhkan bahwa peternak lokal Sumedang mampu bersaing di kancah nasional lewat selections genetik yang ketat dan pola pemeliharaan terstruktur. Robin Hood kini berdiri sebagai bukti nyata bahwa investasi pada breed premium dan manajemen farms yang profesional bisa menghasilkan sapi bernilai tinggi dan membanggakan.