H. Rosi Resmi Jadi Ketua IKAMA Kabupaten Bekasi Gantikan H. Apuk Idris
H. Rosi dikukuhkan sebagai Ketua IKAMA Kabupaten Bekasi pada peringatan Maulid Nabi. Organisasi ini dituntut membuktikan perannya menjaga kerukunan di kawasan industri Bekasi.

Pengukuhan H. Rosi sebagai Ketua Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) Kabupaten Bekasi berlangsung di PT CMM, Minggu (11/10/2026). Acara ini bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, memperkuat kesan bahwa organisasi perkumpulan warga Madura di Bekasi ingin menunjukkan identitas keislaman selain kultural.
Komunitas Madura di Bekasi Peroleh Pemimpin Baru
H. Rosi menggantikan posisi H. Apuk Idris yang juga hadir dalam acara tersebut. H. Apuk Idris diketahui merupakan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi, menunjukkan bahwa jaringan organisasi warga Madura di Bekasi terhubung dengan berbagai elemen kemasyarakatan lain.
Baca Juga: Apresiasi berdatangan untuk warga Bekasi yang menengahi konflik industri dan warga
H. Akhmad Marjuki selaku Ketua IKAMA Provinsi Jawa Barat dan H. Muhamad Rawi selaku Ketua Umum IKAMA hadir langsung dalam prosesi pengukuhan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar acara lokal, melainkan bagian dari konsolidasi organisasi di tingkat provinsi.
Peran IKAMA di Kawasan Industri Bekasi
Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Barat dengan populasi pekerja pabrik yang besar. Banyak di antara mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk Madura. IKAMA di wilayah ini berperan sebagai wadah silaturahmi dan pendampingan sosial bagi warga yang merantau.
H. Apud Syaepudin yang hadir mewakili Forkom Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Bekasi menyebut pertemuan antartokoh seperti ini penting untuk menjaga kerukunan. Ia menekankan bahwa kewaspadaan dini tidak hanya soal keamanan, tetapi juga soal membangun komunikasi antarsesama warga.
"Kewaspadaan dini membutuhkan komunikasi yang baik, kepedulian antarsesama, serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat," kata H. Apud Syaepudin.
Tantangan Kerukunan di Bekasi
Kabupaten Bekasi memiliki tantangan kerukunan tersendiri. Sebagai daerah dengan tingkat urbanisasi tinggi dan kehadiran banyak perusahaan, interaksi antarsuku dan antarbudaya terjadi setiap hari. Perbedaan pola hidup antara warga asli dan pendatang kadang memunculkan gesekan halus yang perlu dijaga.
IKAMA diharapkan bisa menjadi jembatan komunikasi. Salah satu tugasnya adalah memastikan suara komunitas Madura didengar dalam forum-forum kemasyarakatan. Dengan struktur organisasi yang solid dari tingkat kabupaten hingga provinsi, koordinasi bisa berjalan lebih mudah.
H. Ade Syukron Hanas selaku Ketua DPRD Kabupaten Bekasi turut hadir dalam acara tersebut. Partisipasi legislatif menunjukkan bahwa pengukuhan organisasi kemasyarakatan ini dianggap relevan oleh pemerintah daerah.
Program yang Ditunggu
IKAMA Kabupaten Bekasi perlu membuktikan bahwa pengukuhan ini bukan hanya seremoni. Warga menantikan program konkret, terutama bagi anggota yang membutuhkan pendampingan dalam hal ketenagakerjaan, pendidikan anak, atau penanganan masalah sosial.
Organisasi ini juga diharapkan bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di kawasan industri. Banyak warga Madura yang bekerja di pabrik-pabrik di Delta Mas,EJIP, atau kawasan lain di Bekasi. Keterlibatan perusahaan dalam program sosial bisa membantu kesejahteraan anggota.
KH. Enjuk dari PCNU Kabupaten Bekasi yang hadir dalam acara menekankan bahwa ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah harus menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat. Pesan ini relevan di Bekasi yang heterogen.