Relawan Tunas Prabowo 08 siap kawal pemerintahan Prabowo-Gibran dengan kritik konstruktif
DPP Tunas Prabowo 08 menegaskan peran relawannya bergeser dari pemenangan pilpres menjadi pengawas program pemerintah. Mereka mendukung MBG namun dorong evaluasi pada aspek pelaksanaan.

Relawan yang sebelumnya mengawal kemenangan pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 kini menegaskan perannya bergeser dari pemenangan选举 menjadi pengawas program pemerintah. DPP Tunas Prabowo 08 menyatakan komitmennya untuk tetap berada di garda terdepan, namun dengan pendekatan yang berbeda.
"Setelah kemenangan itu, perjuangan kami tidak berhenti. Insya Allah Tunas Prabowo 08 akan terus konsisten mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran agar program-program kerakyatan benar-benar dirasakan masyarakat," kata Ketua Umum DPP Tunas Prabowo 08, Cut Nurlaila, di Jakarta.
MBG Jadi Sorotan Relawan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan kuat dari kelompok ini. Namun Cut Nurlaila menilai evaluasi harus menjadi bagian dari proses perbaikan. Ia mendukung moratorium pada aspek pelaksanaan yang membutuhkan perbaikan, terutama dalam hal tata kelola, distribusi, dan standar keamanan pangan.
Baca Juga: Wanita Diserang Pria Tak Dikenal di Parkir Apotek Cimahi, Luka Memar dan Tidak Melapor
"Evaluasi harus dilakukan secara bertahap dan profesional, bukan untuk menghentikan programnya," tegas Cut. Berbagai persoalan di lapangan harus dipandang sebagai bahan pembelajaran untuk memperbaiki sistem.
KDKMP Sebagai Motor Ekonomi Desa
Sekretaris Jenderal DPP Tunas Prabowo 08, Faisal, menyoroti pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia menilai desa harus menjadi kekuatan ekonomi baru dan mendorong KDKMP agar tidak sekadar menjadi lembaga administratif.
Baca Juga: BPBD Garut Salurkan 125.000 Liter Air Bersih untuk 5.687 Jiwa Terdampak Kekeringan
"Koperasi harus mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja dan memperkuat rantai produksi dari desa," jelas Faisal.
Reformasi Birokrasi untuk Layanan Publik
Faisal juga menekankan bahwa reformasi birokrasi harus menghasilkan pemerintahan yang lebih cepat dalam mengambil keputusan dan lebih mudah memberikan pelayanan kepada rakyat. Efisiensi anggaran tidak sekadar pengurangan belanja, tetapi pengalihan dana ke program yang memberikan dampak nyata.
"Ukuran keberhasilannya harus dirasakan langsung masyarakat," kata Faisal.
Dukungan konstruktif ini mencakup pula agenda penegakan hukum, pemberantasan korupsi tanpa tebang pilih, penguatan Danantara, serta program Sekolah Rakyat. Bagi Tunas Prabowo 08, mengawal pemerintahan berarti memastikan setiap kebijakan tetap berpijak pada kepentingan rakyat.
Komitmen serupa juga disampaikan oleh DPRD Jawa Barat yang mengawal program gizi gratis Prabowo, menunjukkan bahwa koordinasi antara legislador dan kelompok pendukung menjadi bagian penting dalam pengawasan program pemerintah.