Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Rekan Kerja Bilang Bekal Buatan Ibu Intern Bau Sampah, Ia Pilih Makan di Dalam Mobil

Jabar · Oleh ·

Karyawan magang di Malaysia menangis di dalam mobil setelah bekal buatan ibunya dijuluki bau sampah oleh rekan kerja. Ia kini memilih makan sendirian.

Rekan Kerja Bilang Bekal Buatan Ibu Intern Bau Sampah, Ia Pilih Makan di Dalam Mobil

Di Malaysia, seorang karyawan magang menghadapi situasi yang membuatnya memilih menyendiri di dalam mobil saat jam makan siang. Semula ia sangat menantikan bekal dari ibunya, yakni kepiting masak sambal telur yang dibuat khusus untuknya. Namun, niat itu urung setelah rekan kerjanya mengeluhkan aroma makanan tersebut hingga disebut berbau seperti berasal dari toilet.

Insiden bermula ketika ia membawa bekal ke dapur kantor dan bersiap menyantapnya. Ia mengaku sejak pagi belum makan dan sangat lapar. Seorang rekan kerja kemudian mengeluhkan aroma makanan itu. Ironisnya, rekan kerja tersebut tidak sekadar mengeluh. Ia membuka jendela pantry, menyalakan diffuser, dan menyalakan lilin beraroma demi menetralkan bau di ruangan.

"Memangnya aku makan sampah?" tulis karyawan magang tersebut dalam akun Threads-nya, seperti yangdilaporkan Weird Kaya (6/9).

Baca Juga: Konsorsium Global Kembangkan Lift Luar Angkasa untuk Kirim Kargo ke Orbit

Kalimat itu membuatnya merasa sangat tersakiti. Ia menyimpan kembali bekal dari ibunya dan pergi ke mobil untuk menangis sendirian. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan mengapa rekan kerjanya tidak menyampaikan keberatan dengan cara yang lebih sopan. Baginya, menjadi karyawan magang bukan berarti tidak berhak diperlakukan dengan hormat.

"Apa karena aku seorang intern? Apakah itu alasan kamu memperlakukanku seolah-olah aku tidak punya perasaan?" tulisnya.

Kurator Workplace Harassment Research Center, Dr. Maya Andrini, dalam tulisannya tentang dinamika kekuasaan di ruang kerja, menjelaskan bahwa bentuk pelecehan tidak selalu datang dalam bentuk teriakan atau ancaman. Pelanggaran terhadap rasa hormat terhadap makanan dan budaya seseorang, apalagi di depan umum, termasuk dalam kategori pelecehan tidak langsung yang dapat meninggalkan trauma.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Sentuh 82,9 Juta Penerima dengan Anggaran Rp335 Triliun, tapi Kasus Keracunan Massal Terjadi di Sejumlah Daerah

Ia menambahkan, lingkungan kerja yang tidak menyediakan ruang aman bagi karyawan untuk membawa bekal dari rumah justru berpotensi membentuk budaya diskriminasi halus yang dianggap wajar. Erupsi Anak Krakatau Gagalkan Keberangkatan 95 Jemaah Umrah dari Empat PPIU Jawa Barat

Netizen yang membaca cerita tersebut kebanyakan mendukung pilihannya untuk menyendiri. "Jujur sakit hati sih, tapi aku males ribut, jadi pasti aku kayak kamu yang milih makan sendiri di mobil," tulis salah seorang.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap karyawan magang dalam UU Ketenagakerjaan masih sering diabaikan. Padahal, bentuk-bentuk pelecehan kecil yang terakumulasi bisa berdampak serius pada kesehatan mental pekerja.