Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Konsorsium Global Kembangkan Lift Luar Angkasa untuk Kirim Kargo ke Orbit

Jabar · Oleh ·

Konsorsium global kembangkan lift luar angkasa berbasis kabel sepanjang 100.000 kilometer untuk kirim kargo ke orbit tanpa roket. Kabel graphene polikristalin jadi kunci teknologi ini.

Konsorsium Global Kembangkan Lift Luar Angkasa untuk Kirim Kargo ke Orbit

Kendaraan antariksa konvensional selama puluhan tahun bergantung pada mesin pembakaran propelan yang mahal dan berbahaya. Peluncurannya memerlukan akurasi sempurna dan cuaca mendukung. Satu kesalahan teknis bisa membuat muatan bernilai miliaran rupiah hilang dalam hitungan detik.

International Space Elevator Consortium (ISEC) menawarkan pendekatan berbeda. Alih-alih meledakkan roket ke orbit, kandidat traveler masa depan cukup menaiki kabel raksasa setinggi 100.000 kilometer yang menjulang melewati orbit geostasioner.

Konsep ini memanfaatkan gaya sentrifugal dari rotasi Bumi untuk menjaga kabel tetap tegang di angkasa. Kendaraan yang disebut climber bergerak naik-turun menggunakan tenaga listrik tanpa pembakaran propelan dalam jumlah besar.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Sentuh 82,9 Juta Penerima dengan Anggaran Rp335 Triliun, tapi Kasus Keracunan Massal Terjadi di Sejumlah Daerah

Tantangan utama proyek ini berada pada material kabel. Kabel harus memiliki kekuatan tarik melampaui baja, namun berbobot sangat ringan agar tidak runtuh akibat gravitasi. Graphene polikristalin menjadi kandidat utama karena struktur atom karbonnya yang tipis namun sangat kuat.

Insinyur di Korea Selatan baru saja memproduksi graphene polikristalin sepanjang 1.000 meter dengan lebar setengah meter. Pencapaian ini masih jauh dari target puluhan ribu kilometer, namun menjadi kemajuan nyata menuju produksi massal.

Jika kabel berhasil dipasang, perjalanan menuju orbit geostasioner memakan waktu sekitar dua minggu. Setelah melewati titik tersebut, momentum rotasi Bumi dapat melontarkan muatan ke luar angkasa dengan kecepatan tinggi. Kalkulasi ISEC menunjukkan muatan dari lift dapat mencapai Bulan dalam 14 jam, jauh lebih cepat dari teknologi roket yang memerlukan waktu berhari-hari.

Baca Juga: Tujuh Siswi di Garut Pukul Dua Temannya sampai Luka, Polisi Jerat Pasal Penganiayaan Anak

Pete Swan, Presiden ISEC, membandingkan proyek ini dengan pembangunan infrastruktur dasar manusia. "Kami benar-benar mendorong pembangunan infrastruktur permanen, seperti jembatan yang menggantikan feri untuk menyeberangi sungai," katanya.

Implementasi akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama difokuskan pada logistik barang sebelum sistem dinyatakan aman untuk mengangkut manusia. "Saya yakin sepuluh tahun pertama lift luar angkasa akan menjadi misi logistik, hanya memindahkan barang ke atas," terang Swan. baru depois 15 hingga 20 tahun, lift dua arah baru bisa mengangkut penumpang.

Jika berhasil direalisasikan, orbit Bumi akan berubah dari wilayah yang sulit dijangkau menjadi bagian dari jaringan transportasi permanen yang menghubungkan manusia dengan tata surya.