Razia Pelajar Bolos di Cianjur: Terjaring Bakal Dijemput Sekolah dan Orang Tua
Cianjur perketat razia pelajar bolos. Pelajar terjaring dijemput sekolah dan orang tua, harus buat surat pernyataan. Kolaborasi tripartit jadi kunci penekanan.

Kolaborasi Tripartit Jadi Kunci
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, resmi memperketat razia pelajar bolos sekolah dengan melibatkan pihak sekolah dan orang tua. Kebijakan ini hadir setelah Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Cianjur Gelar rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani maraknya pelajar yang kedapatan bolos pada jam sekolah.
Baca Juga: Mpo Diva Sukmajaya Raih Mpok Depok 2026, Kesempatan Terbuka untuk Pemuda Mekarjaya
Mekanisme Penindakan Berlapis
Kepala Satpol PP dan Damkar Cianjur, Djoko Purnomo, menjelaskan bahwa pelajar yang terjaring razia tidak hanya diberi sanksi administratif. Mereka akan dijemput langsung oleh pihak sekolah dan orang tua untuk menghadiri mediasi.
"Ketika ada pelajar yang terjaring razia, akan dijemput pihak sekolah dan orang tua agar tidak lagi melakukan kesalahan yang sama," jelas Djoko Purnomo.
Prosedur ini mencakup beberapa tahap:
Baca Juga: Aturan Berlaku Selektif, tapi untuk Siapa?
- Pelajar yang terjaring dibuatkan surat pernyataan
- Pihak sekolah dan orang tua dipanggil untuk ikut mediasi
- Sanksi tegas diterapkan sesuai peraturan yang berlaku
Pendekatan ini dirancang agar pelajar memahami konsekuensi langsung dari tindakan bolos, sekaligus melibatkan peran aktif orang tua dalam pengawasan.
Belasan Pelajar Terjaring dalam Beberapa Waktu Terakhir
Dalam beberapa waktu terakhir, Satpol PP Cianjur telah menjaring belasan pelajar yang kedapatan berada di pusat keramaian saat jam sekolah. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran razia meliputi:
- Kafe-kafe di wilayah perkotaan Cianjur
- Pusat keramaian yang sering dilaporkan masyarakat
- Area-area yang memang banyak dikeluhkan warga
Razia dilakukan secara situasional, terutama setelah menerima laporan dari masyarakat. Dengan demikian, kehadiran petugas tidak terprediksi dan mendorong pelajar untuk tidak berani bolos.
Peran Strategis Guru Bimbingan Konseling
Djoko Purnomo menekankan agar sekolah memaksimalkan peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam menekan angka bolos. Komunikasi intensif antara guru BK dan orang tua disebut sebagai salah satu upaya preventif yang efektif.
"Sekolah juga harus terus memberikan imbauan pada para pelajar terutama saat penerimaan siswa baru, sehingga tidak ada yang melanggar," pintanya.
Fokus pada periode penerimaan siswa baru ini dinilai strategis karena momento ini menjadi awal yang tepat untuk menanamkan disiplin sejak dini.
Harapan: Angka Bolos Terus Menurun
Dengan menerapkan sistem razia yang lebih intensif dan melibatkan kolaborasi tripartit antara pemerintah, sekolah, dan orang tua, diharapkan angka bolos sekolah di Cianjur dapat terus menurun. Kebijakan ini tidak hanya bersifat represif, tetapi juga edukatif agar pelajar memahami pentingnya mengikuti proses belajar tepat waktu.
Bagi pelajar di Cianjur, peringatan ini cukup jelas: bolos sekolah bukan lagi perkara yang bisa dianggap sepele.