Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BPBD Cianjur imbau warga 32 kecamatan waspadai longsor saat musim hujan

Jabar · Oleh ·

BPBD Cianjur imbau warga 32 kecamatan waspadai longsor saat musim hujan karena tanah retak saat kemarau bisa bergerak

BPBD Cianjur imbau warga 32 kecamatan waspadai longsor saat musim hujan

Wilayah selatan Cianjur sudah lama tercatat sebagai zona rawan tanah bergerak. Beberapa kecamatan di selatan dan utara seperti Takokak, Kadupandak, Sukanagara, dan Agrabinta telah mengalami pergerakan tanah selama berminggu-minggu. Dari 32 kecamatan di daerah ini, pihak berwenang memperingatkan bahwa potensi longsor sekarang mengancam seluruh wilayah.

BPBD Cianjur melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Samudra Wira Purnama menjelaskan bahwa tanah yang pecah-pecah saat musim kemarau akan sangat berbahaya memasuki masa hujan. "Pergeseran tanah kerap terjadi ketika pergantian musim," katanya. "Tanah yang pecah-pecah ketika memasuki musim hujan dapat mengakibatkan longsor dan pergeseran tanah di sebagian besar wilayah Cianjur."

Masyarakat di wilayah rawan diminta menjaga lingkungan sekitar dan tidak menebang pohon sembarangan. Samudra menjelaskan bahwa penebangan liar meningkatkan risiko tanah menjadi labil karena air hujan langsung meresap ke dalam tanah tanpa akar pohon yang menahan. "Seluruh lapisan masyarakat di wilayah rawan bencana harus memperhatikan lingkungan sekitar," katanya.

Baca Juga: Putih Sari Sosialisasi Empat Pilar di Cibitung, Ajak Warga Cegah Hoaks Menyebar Lewat HP

Khusus untuk wilayah selatan yang sering dilanda longsor, BPBD meminta petugas dan relawan di setiap desa meningkatkan pengawasan dan pelaporan. Warga juga diimbau untuk jeli membaca tanda-tanda alam akan terjadi bencana sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Di sisi lain, pergeseran tanah terus meluas hingga saat ini di sejumlah desa di wilayah selatan. Pemerintah daerah Cianjur belum bisa melakukan relokasi warga terdampak karena masih menunggu bantuan dari pemerintah pusat.