Pria 32 Tahun di Warudoyong Sukabumi Tewas Dikeroyok Suami dan Tiga Adik Iparnya Usai Minta Maaf
VR (32) tewas dikeroyok suami dan tiga adik iparnya di Warudoyong, Sukabumi, saat datang minta maaf. Dua pelaku ditangkap, dua masih buron.

Warga Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, kini mengenal Jalan Caringin Ngumbang sebagai lokasi matinya seorang pria berusia 32 tahun. VR tewas di sana pada Jumat (6/11/2026) malam, sekitar pukul 21.10 WIB, setelah dikeroyok empat orang yang masih satu keluarga. Dua dari empat pelaku sudah ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian, sementara dua lainnya masih buron.
Kedatangan VR malam itu bukan untuk berkelahi. Ia datang bersama rekannya, RF (33), untuk meminta maaf langsung kepada seorang perempuan berinisial W atas persoalan di antara mereka. Niat itu berubah jadi bencana begitu adik W, berinisial WL, menegur keras kedatangannya. Percekcokan mulut pecah dan langsung berlanjut jadi perselisihan fisik. VR yang terdesak sempat berteriak meminta pertolongan warga.
Warga yang datang menemukan VR sudah tergeletak tak berdaya dan melaporkannya ke Polsek Warudoyong. Piket unit polsek bersama Bhabinkamtibmas Sukakarya bergerak ke lokasi kejadian. Korban dievakuasi ke RSUD R. Syamsudin, S.H. untuk pertolongan medis darurat, tetapi tim medis menyatakan nyawanya tidak tertolong.
"Penyebab kematian karena adanya masalah asmara antara korban dan para pelaku. Pelaku utama adalah suami dari saksi W, berinisial DR alias B, sedangkan tiga pelaku lainnya adalah adik-adik dari saksi W."
Keterangan itu disampaikan Kapolsek Warudoyong AKP Maulana Arief. Menurutnya, para pelaku masih satu keluarga dan kecemburuan soal asmara memicu emosi mereka. Permintaan maaf VR justru dibaca sebagai hal lain dan membakar kemarahan.
Luka di Punggung Menembus Rongga Dada
Pemeriksaan forensik di RSUD R. Syamsudin S.H. menemukan luka sabetan senjata tajam di tubuh korban. Pelaku utama menyerang dengan sangat brutal hingga merobek bagian punggung. Tim medis juga mengidentifikasi luka lecet gores dan memar akibat serbuan senjata tajam pelaku lain.
Baca Juga: Kebakaran Pool DAMRI Kebon Kawung Bandung Hanguskan 13 Rumah, Remaja 15 Tahun Sesak Napas Dievakuasi
"Kita lakukan autopsi, ternyata luka yang kita temukan di punggung tadi itu menembus sampai ke rongga dada dan memotong paru sebelah kiri."
Penjelasan itu datang dari dokter forensik RSUD R. Syamsudin, dr. Nurul Aida Fathiya. Pola luka dengan tepi rata tanpa jembatan jaringan, katanya, mengarah ke kekerasan benda tajam. Mekanisme kematiannya antara lain pendarahan yang cukup hebat.
Dua Pelaku Dibekuk, Dua Masih Dicari
DR alias B sempat pulang ke rumahnya di kawasan Gunung Puyuh sebelum dibekuk tim gabungan di sekitar Gunung Puyuh dan Cikole. Polisi menyita celurit, arit, pisau, dan belati dari penangkapan itu. Dua pelaku lain masih dalam pengejaran intensif.
Saksi kunci W belum bisa dimintai keterangan mendalam karena masih trauma pascakejadian. Polisi juga belum merinci peran masing-masing pelaku yang buron.
Perkara ini menambah daftar kekerasan yang berakhir dengan hilangnya nyawa di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya. Pada Oktober lalu, seorang pria tewas usai jatuh dari Flyover Pasupati Bandung, dan di Cimahi Tengah polisi mengamankan seorang pria 43 tahun setelah seorang perempuan tewas bersimbah darah di kamar mandi indekos.
Bagi pembaca muda di Sukabumi dan Bandung, kasus ini memperlihatkan bagaimana konflik asmara bisa meledak hanya dalam hitungan menit ketika melibatkan banyak orang di satu rumah. Menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tetap masuk akal, tetapi lokasinya perlu dipilih netral dan sebaiknya tidak sendirian. VR datang hanya dengan satu rekan ke rumah pihak yang berselisih dengannya, dan warga baru bergerak setelah teriakan minta tolong terdengar.
Empat pelaku dalam kasus ini semuanya punya hubungan keluarga dengan W. Polisi belum menyebut apakah pengeroyokan direncanakan atau reaksi spontan di lokasi. Penyidik juga masih menunggu kondisi W membaik sebelum menggali kronologi lengkap dari sisi saksi.