Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Prajurit hingga anjing dikerahkan mencari personel TNI AL korban longsor Cisarua

KBB · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

TNI AL mengirim 200 personel, drone, dan anjing pelacak untuk mencari korban longsor Cisarua Bandung Barat. Total 23 prajurit tertimbun, 4 telah meninggal, 19 masih hilang.

Prajurit hingga anjing dikerahkan mencari personel TNI AL korban longsor Cisarua

TNI AL Gunakan Drone dan Anjing Pelacak Cari Korban Longsor Cisarua

Bencana tanah longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, baru-baru ini telah memicu operasi pencarian skala besar oleh TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk menemukan personel Marinir yang tertimbun. Menurut informasi terbaru, pihaknya telah menerjunkan sumber daya yang luas untuk mencari korban yang masih hilang.

Operasi Pencarian dengan Sumber Daya Canggih

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengkonfirmasi bahwa timnya telah mengirimkan 200 personel Marinir untuk terlibat dalam operasi pencarian. Selain personel, TNI AL juga menggunakan teknologi canggih seperti drone dan kamera termal, serta anjing pelacak untuk membantu dalam pencarian. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pencarian dan mengatasi kondisi lokasi yang mungkin sulit dijangkau akibat longsor.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa, Tunggul juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya empat prajurit Marinir yang telah ditemukan sebelumnya. Dia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pencarian untuk semua prajurit yang masih hilang, serta memenuhi seluruh hak-hak keluarga prajurit yang gugur.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali telah menginformasikan bahwa total ada 23 personel Marinir yang tertimbun oleh longsor di lokasi tersebut. Dari jumlah tersebut, hanya 4 orang yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan 19 orang lainnya masih belum ditemukan. Ali menyampaikan informasi ini saat ditemui awak media di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (26/1).

Tujuan Latihan yang Menjadi Konteks Bencana

Salah satu informasi penting yang diungkapkan oleh Ali adalah tujuan keberadaan prajurit Marinir di lokasi Cisarua saat terjadi longsor. Menurutnya, para prajurit tersebut sedang menggelar latihan untuk persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Latihan ini merupakan bagian dari persiapan untuk menjaga keamanan dan stabilitas wilayah perbatasan, yang merupakan tugas penting dari TNI AL.

Kegiatan latihan yang awalnya direncanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit malah berubah menjadi bencana tragis, yang telah mempengaruhi banyak keluarga dan personel TNI AL.

Komitmen TNI AL Terhadap Korban dan Keluarga

Tunggul menegaskan bahwa TNI AL akan memenuhi seluruh hak-hak almarhum dan keluarga prajurit yang gugur, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini termasuk pemberian santunan dan pendampingan yang berkelanjutan kepada keluarga korban. Dia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada keluarga selama proses penyelesaian kasus ini.

Pernyataan ini menunjukkan komitmen TNI AL untuk tidak hanya melakukan operasi pencarian, tetapi juga memberikan perhatian yang layak kepada korban dan keluarga mereka, yang telah mengalami kehilangan yang besar akibat bencana ini.

Tantangan dalam Operasi Pencarian

Meskipun telah menggunakan sumber daya yang luas, operasi pencarian ini masih menghadapi beberapa tantangan. Kondisi lokasi longsor yang mungkin tidak stabil, serta kerusakan pada infrastruktur lokal, dapat menghambat proses pencarian. Namun, penggunaan teknologi drone dan anjing pelacak diharapkan dapat membantu mengatasi beberapa tantangan ini, dengan memungkinkan tim pencarian untuk mengakses area yang sulit dijangkau oleh personel darat.

Selain itu, cuaca dan kondisi lingkungan sekitar juga dapat mempengaruhi efektivitas operasi pencarian. Namun, TNI AL telah menyiapkan tim yang terlatih dan peralatan yang memadai untuk menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama operasi.