Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Prabowo Ingin Laba Danantara Mengalir ke APBN, Bagaimana Modalnya

Jabar · Oleh ·

Prabowo mengkaji rencana alokasi sebagian laba Danantara ke APBN lewat PNBP. Target PNBP 2026 sebesar Rp455 triliun jadi konteksnya.

Prabowo Ingin Laba Danantara Mengalir ke APBN, Bagaimana Modalnya

APBN tahun 2026 menyasar PNBP sebesar Rp455 triliun. Target sebesar itu membutuhkan sumber penerimaan yang tidak bergantung pada pajak saja. Salah satu jalan yang tengah dikaji Presiden Prabowo adalah menggalang dukungan Danantara.

Rencananya, sebagian keuntungan perusahaan milik negara dialirkan kembali ke kas negara lewat mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 11 Agustus 2026 menyebut pembahasan masih berjalan dan belum menjadi kebijakan final.

Syafrudin Budiman, Koordinator Nasional Aliansi Relawan Prabowo-Gibran, mendukung rencana itu asalkan ada landasan hukum, mekanisme penganggaran yang jelas, dan tata kelola yang transparan.

Baca Juga: MC hingga Pemberi Tantangan Jadi Tersangka dalam Kasus Hafalan Al-Qur'an Berbasis Miras di Ancol

"Sebagian keuntungan untuk reinvestasi Danantara dan sebagian lainnya untuk memperkuat APBN melalui PNBP merupakan keseimbangan yang sehat," katanya. Ia menambahkan, kebutuhan fiskal jangka pendek tidak boleh mengurangi kemampuan Danantara menciptakan keuntungan yang lebih besar di masa depan.

Syafrudin menilai Danantara tidak seharusnya hanya menjadi tempat berputarnya keuntungan perusahaan BUMN untuk kemudian diinvestasikan kembali. Sebagai super holding nasional, Danantara harus mampu meningkatkan nilai aset negara, mempercepat profitabilitas BUMN, menciptakan efisiensi, dan menghasilkan sumber penerimaan negara yang berkelanjutan.

Target PNBP sebesar Rp455 triliun dalam APBN 2026 menggambarkan betapa besar kebutuhan penerimaan negara di luar sektor pajak. Penguatan PNBP melalui kontribusi Danantara diharapkan membantu menutupi celah itu.

Baca Juga: Disparbud Garut Inventarisasi Jalan Rusak ke Destinasi Wisata untuk Perbaiki Akses Pengunjung

Syafrudin juga mendorong Danantara memperkuat agenda strategis lain, mulai dari konsolidasi BUMN, restrukturisasi perusahaan yang tidak produktif, optimalisasi aset negara, hilirisasi, transformasi digital, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, hingga pengembangan investasi jangka panjang.

"Yang terpenting, jangan sampai kebutuhan fiskal jangka pendek mengurangi kemampuan Danantara menciptakan keuntungan yang lebih besar di masa depan," kata Syafrudin.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan Danantara bukan hanya besar kecilnya aset yang dikelola. Melainkan seberapa besar nilai tambah yang berhasil diciptakan, seberapa sehat BUMN, dan seberapa besar manfaatnya bagi perekonomian serta APBN.

Perjalanan satu tahun Danantara merupakan fase penting untuk beralih dari pembangunan fondasi menuju penciptaan nilai. "Danantara harus tumbuh, BUMN harus untung, APBN harus kuat, dan pada akhirnya rakyat harus mendapatkan manfaat," ucap Syafrudin.