Populer: ASN Dapat Jatah 5 Hari WFA saat Lebaran; Bayar Utang Whoosh Pakai APBN
Pemerintah tetapkan WFA lima hari bagi ASN dan swasta jelang Lebaran 2026 sebagai stimulus ekonomi. Negara juga memastikan pembayaran utang Whoosh melalui APBN.

WFA Lebaran 2026 dan Kepastian Pembayaran Utang Whoosh Jadi Sorotan
Pemerintah mengumumkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta selama lima hari di antara Hari Nyepi dan Idul Fitri 2026.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026 yang diumumkan dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Selain kebijakan WFA, pemerintah juga memastikan pembayaran utang pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
WFA Lima Hari untuk Dorong Mobilitas dan Daya Beli
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa skema WFA bukan merupakan tambahan hari libur, melainkan pengaturan kerja fleksibel.
"Pemerintah menerapkan skema Work From Anywhere, bukan libur. Tanggalnya 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret. Total lima hari," ujar Airlangga.
Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menjaga daya beli selama periode Ramadan dan Lebaran.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menyebut pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 tentang pelaksanaan WFA di lingkungan ASN.
Ia menekankan bahwa pelayanan publik esensial harus tetap berjalan optimal meskipun pegawai menjalankan skema kerja fleksibel.
Layanan yang dimaksud meliputi:
- Layanan kesehatan
- Layanan transportasi
- Keamanan
- Layanan strategis lainnya
Pemerintah Tanggung Utang Whoosh Lewat APBN
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga menegaskan komitmen pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh melalui APBN.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memastikan negara akan menanggung kewajiban tersebut.
"Iya, bayar utang Whoosh pakai APBN," kata Prasetyo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmen pembayaran utang proyek tersebut sebesar Rp1,2 triliun per tahun.
Prasetyo menjelaskan bahwa proses teknis pembayaran masih dalam tahap finalisasi dan negosiasi. Pembahasan teknis dipimpin langsung oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani.
Stimulus dan Stabilitas Ekonomi Jelang Lebaran
Kebijakan WFA dan kepastian pembayaran utang proyek strategis nasional menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi serta mendukung aktivitas masyarakat menjelang Idul Fitri 2026.
Pemerintah berharap fleksibilitas kerja dapat memperlancar arus mobilitas tanpa mengganggu pelayanan publik, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada periode hari besar keagamaan.
Di sisi lain, transparansi pengelolaan pembiayaan proyek infrastruktur dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal negara.