Polsek Cikarang Pusat Budidaya Ikan Nila untuk Program Makan Bergizi
Polsek Cikarang Pusat meluncurkan program budidaya ikan nila sebagai bagian dari ekosistem rantai pasok pangan untuk dukung program makan bergizi gratis bagi masyarakat rentan di Kabupaten Bekasi.

Peluncuran Program Budidaya Ikan Nila di Polsek Cikarang Pusat
Pada Rabu, 6 Mei 2026 pukul 16.30 WIB, jajaran Polsek Cikarang Pusat di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, meluncurkan inisiatif baru pengembangan ekosistem rantai pasok pangan untuk mendukung program makan bergizi gratis pemerintah. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh, didampingi Wakapolsek Iptu Noto Aksoro dan seluruh personel.
Detail Kegiatan Budidaya Bahan Pangan Hewani
Dalam rangkaian kegiatan, tim kepolisian menebar 1.000 bibit ikan nila ke dalam kolam budidaya berukuran 10 x 1,5 meter yang dibangun di area lingkungan Polsek. Menurut penjelasan tim, kolam ini dirancang sebagai sumber bahan baku protein hewani yang sehat, terjangkau, dan berkelanjutan untuk kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah pembinaan Polres Metro Bekasi.
Baca Juga: Dukcapil: 34,7 Juta Penduduk Indonesia Berzodiak Cancer, Terbanyak dari Semua Zodiak
Pernyataan Kapolsek tentang Tujuan Inisiatif
Dalam sambutannya, AKP Elia Umboh menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan bagian dari upaya nyata mendukung kebijakan pemerintah dalam program makan bergizi gratis.
“Melalui program ini, kami berupaya membangun ekosistem yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan pangan bergizi adalah bagian dari ketahanan sosial yang perlu dijaga bersama,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan, membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk dari institusi kepolisian.
Baca Juga: FB (19) di Kuningan Diduga Bunuh dan Buang Bayinya Karena Takut Aib Kehamilan
Manfaat dan Dampak Jangka Panjang
Hasil panen ikan nila nantinya akan disalurkan langsung ke dapur SPPG untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi masyarakat yang membutuhkan. Selain menciptakan siklus pasok yang berkelanjutan, inisiatif ini juga memiliki nilai edukatif:
- Kolam budidaya di area Polsek menjadi contoh nyata pemanfaatan lahan terbatas untuk kegiatan produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat
- Membuka ruang inspirasi bagi warga untuk mengembangkan model serupa di lingkungan masing-masing
Langkah ini juga mencerminkan pendekatan humanis dalam tugas kepolisian, di mana institusi tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan
Di tengah tantangan pemenuhan gizi yang masih menjadi isu nasional, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi harapan baru. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi penguatan ekosistem pangan yang mandiri di tingkat lokal, serta mempertegas bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk yang inovatif dan berdampak langsung.
Semangat kebersamaan dan keberlanjutan yang diusung dalam program ini diharapkan dapat ditiru oleh institusi lain di wilayah Kabupaten Bekasi dan sekitarnya.