Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

PMI Cianjur Salurkan Bantuan 20 KK Korban Banjir Batulawang Cipanas

Jabar · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

PMI Cianjur menyalurkan 100 kg beras dan 20 paket keluarga untuk 20 kepala keluarga korban banjir dua kali di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, tanpa korban jiwa.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir yang melanda Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, dalam dua kejadian yang berselang kurang sehari. Tim PMI langsung menyerahkan bantuan berupa 100 kilogram beras dan 20 paket keluarga untuk 20 kepala keluarga terdampak bencana alam tersebut.

Distribusi Bantuan Langsung ke Desa Batulawang

Kepala Markas PMI Cianjur Ajang Fajar Aciana menjelaskan bahwa pendistribusian bantuan dilakukan secara langsung kepada ketua RT, RW, dan Kepala Desa Batulawang di Kampung Ciseureuh. Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan bantuan sampai tepat kepada sasaran, yaitu warga yang paling membutuhkan setelah mengalami dua kali banjir dalam kurun waktu singkat.

"Kami bersama pengurus menyerahkan bantuan berupa beras dan paket keluarga kepada ketua RT dan RW serta kepala desa di Kampung Ciseureuh, Desa Batulawang, guna meringankan beban mereka," kata Ajang Fajar Aciana.

Bantuan yang diberikan ini berasal dari dana kemanusiaan PMI yang dikumpulkan pada akhir tahun 2025. Ajang menambahkan bahwa timnya akan terus melanjutkan pendistribusian bantuan, baik secara langsung maupun melalui pihak desa yang telah mengajukan permohonan bantuan tambahan jika diperlukan.

Dua Kali Banjir dalam Sehari

Desa Batulawang mengalami dua kali kejadian banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Barat beberapa hari terakhir. Pertama, banjir melanda perkampungan warga pada hari pertama, membuat 72 jiwa warga harus mengungsi ke rumah saudara mereka sebagai tempat sementara. Setelah tim gabungan petugas daerah membantu membersihkan lumpur tebal dari rumah dan halaman warga, sebagian warga kembali ke rumah masing-masing. Namun, hanya selang satu hari kemudian, banjir kembali terjadi dan merendam 20 unit rumah warga dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter. Meskipun tidak ada korban jiwa atau kerusakan struktur rumah yang parah, puluhan warga kembali harus mengungsi ke tempat sementara karena kondisi rumah yang masih basah dan penuh lumpur. Kepala Desa Batulawang Nanang Rohendi menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi yang membuat saluran air di atas perkampungan warga tersumbat. Dia menegaskan bahwa warga yang telah kembali ke rumah diminta untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika hujan turun deras kembali, mengingat sistem saluran air di wilayah tersebut masih belum sepenuhnya diperbaiki.

"Banjir terjadi dua kali hanya berselang satu hari, namun saat ini warga yang sudah kembali ke rumah diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati, segera mengungsi ketika hujan kembali turun deras karena penanganan sedang dilakukan," kata Nanang Rohendi.

Menurutnya, meskipun tidak ada kerusakan parah, banjir ini membuat beban tambahan bagi warga yang harus membersihkan rumah dan barang-barang mereka dari lumpur dan air bah. Beberapa warga juga melaporkan bahwa barang-barang elektronik dan pakaian mereka rusak akibat terendam air.

Upaya Penanganan dan Pencegahan

Selain bantuan dari PMI, tim gabungan petugas dari pemerintah daerah dan instansi terkait telah membantu membersihkan sisa banjir di perkampungan warga Desa Batulawang. Pihak desa juga sedang berupaya melakukan penanganan jangka panjang dengan memasang gorong-gorong baru untuk memperbaiki sistem saluran air yang tersumbat, yang menjadi penyebab utama banjir berulang. Ajang Fajar Aciana menegaskan bahwa PMI akan terus memantau perkembangan situasi di Desa Batulawang dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan. Ia juga menghimbau warga untuk selalu memperhatikan peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menghindari risiko bencana alam. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban korban banjir dan membantu mereka pulih dari dampak bencana," kata Ajang.