Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Penyerapan Gabah 130 Persen Target, Bulog Cianjur Kuatkan Stok Hadapi Kemarau Panjang

Jabar · Oleh · · Diperbarui 22 Agustus 2026

Bulog Cianjur penyerapan gabah capai 130% target hingga Juli 2026. Stok 30 ribu ton dinilai aman untuk 400 ribu KPM di tiga wilayah.

Penyerapan Gabah 130 Persen Target, Bulog Cianjur Kuatkan Stok Hadapi Kemarau Panjang

Bulog Cianjur Optimistis Jaga Ketahanan Pangan Sepanjang 2026

Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur, Jawa Barat, mengambil langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga selama menghadapi potensi musim kemarau panjang. Berbagai kebijakan mulai dari penguatan stok beras hingga optimalisasi pendistribusian bantuan pemerintah diterapkan untuk memastikan pasokan tersedia bagi masyarakat.

Penyerapan Gabah Melebihi Target Nasional

Kepala Perum Bulog Cianjur Muhammad Azwar Fuad mengungkapkan bahwa hingga Juli 2026, Bulog Cianjur telah menyerap gabah dari petani sekitar 130 persen dari target yang ditetapkan sebesar 33.722 ton. Angka ini menunjukkan kesiapan Bulog dalam menyerap hasil panen petani secara maksimal.

Baca Juga: Rocky Balboa Hadapi Ivan Drago di Moskow untuk Balas Kejatuhan Apollo Creed dalam Rocky IV

"Gabah yang terserap sudah melebihi target. Namun penyerapan terus dilakukan untuk menjaga kondisi ketika kemarau panjang terjadi dan berdampak terhadap hasil panen petani di akhir tahun," jelas Azwar.

Penyerapan dilakukan di wilayah Cianjur dan Sukabumi sebagai bagian dari strategi menghadapi terganggunya produksi padi saat musim kemarau.

Stok 30 Ribu Ton Dianggap Sangat Aman

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga wilayah yakni Cianjur, Sukabumi, dan Kota Sukabumi, Bulog Cianjur memastikan cadangan gabah dan stok beras yang tersedia mencukupi hingga akhir tahun. Stok beras yang tersimpan di tiga gudang Bulog Cianjur mencapai sekitar 30 ribu ton.

Baca Juga: Pelaku Usaha Kota Depok Terapkan Prinsip Kejujuran dan Tanggung Jawab sebagai Fondasi Bisnis

Jumlah tersebut dinilai sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tiga wilayah hingga akhir tahun 2026. Keberadaan stok ini menjadi benteng utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Harga Beras Tetap Stabil Lewat Program SPHP

Untuk menjaga harga beras tetap stabil di pasaran, Bulog mengoptimalisasikan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual dengan harga di bawah harga pasar. Kebijakan ini terbukti efektif menahan kenaikan harga selama musim kemarau.

Dengan mekanisme ini, masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau tanpa mengorbankan pendapatan petani.

Bantuan Pangan untuk 400 Ribu Keluarga

Sebagai upaya tambahan menjaga stok aman dan harga terjamin, Bulog menjalankan program bantuan pangan nasional bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mencakup sekitar 400 ribu orang di tiga wilayah.

Harga Dasar Pembelian Dijamin Rp6.500 per Kg

Untuk meningkatkan serapan gabah petani, Bulog menerapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai harga dasar pembelian. Kebijakan ini memberikan perlindungan harga bagi petani ketika hasil panen berlebih.

Petani diarahkan menjual ke pasar melalui mekanisme ini sehingga pendapatan mereka tetap terjaga meskipun memasuki musim paceklik.

Langkah Antisipatif untuk Masa Depan

Kombinasi berbagai strategi ini menunjukkan keseriusan Bulog dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian. Penyerapan gabah yang masif, stok beras yang memadai, serta program perlindungan harga menjadi paket lengkap untuk menjaga stabilitas pangan di wilayah Jawa Barat.

Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan pasokan beras, karena berbagai langkah antisipatif sudah dijalankan sejak dini.

Kata Kunci: Bulog Cianjur, ketahanan pangan, kemarau panjang, penyerapan gabah, stabilisasi harga, bantuan pangan, stok beras, Jawa Barat